- Bupati dan Wakil Bupati Lebak terlibat cekcok terbuka saat acara halal bihalal di Pendopo Kabupaten pada 30 Maret 2026.
- Perselisihan dipicu oleh pernyataan Bupati Hasbi yang menyinggung status masa lalu Wakil Bupati Amir Hamzah sebagai mantan narapidana.
- Tokoh masyarakat mendesak kedua pemimpin daerah tersebut segera melakukan rekonsiliasi agar tidak menghambat kemajuan pembangunan serta kinerja pemerintahan.
SuaraBanten.id - Suasana di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak pasca-halal bihalal pada Senin (30/3/2026) masih terasa hangat, namun tidak dalam konotasi yang positif.
Cekcok terbuka antara Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya dengan Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah telah menjadi kegaduhan publik.
Merespons hal tersebut, tokoh masyarakat Kabupaten Lebak, Mochamad Husen, mendesak kedua pemimpin daerah itu untuk segera melakukan rekonsiliasi demi pembangunan wilayah.
"Jangan sampai pemimpin kita itu saling bermusuhan, sehingga berdampak terhadap kemajuan daerah," kata Mochamad Husen, dilansir dari Antara, Rabu (1/4/2026).
Kegaduhan itu bermula saat acara halal bihalal yang dihadiri oleh ASN dan sejumlah undangan di Pendopo Bupati Lebak.
Bupati Hasbi, dalam sambutannya, secara terbuka mengomentari status pribadi Wakil Bupati Amir Hamzah yang merupakan mantan narapidana.
Informasi menyebutkan, Amir Hamzah sempat menjalani masa tahanan atas kasus penyuapan dalam pengurusan sengketa Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Lebak tahun 2014 silam.
Sindiran publik dari Bupati Hasbi, yang melontarkan kalimat seperti "masih mending mantan narapidana sudah jadi wakil bupati, bersyukur," memicu emosi Wakil Bupati Amir Hamzah.
Kondisi tersebut membuat situasi pada kegiatan tersebut memanas, namun berhasil diredam oleh sejumlah pejabat setempat.
Menanggapi insiden tersebut, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah mengaku sangat menyesalkan pernyataan Bupati Hasbi.
Baca Juga: Di Balik Cekcok dengan Wabup, Ternyata Segini Total Kekayaan Bupati Lebak Hasbi Jayabaya
Ia menilai pernyataan yang disampaikan di hadapan para pegawai Pemkab Lebak tersebut tidak beretika dan di luar konteks acara.
"Tentu tidak etis di acara halalbihalal menyinggung pribadi," kata Amir menegaskan.
Ia menambahkan, sebagai pejabat negara, seharusnya Bupati lebih memilih untuk berbicara tentang persatuan, kerukunan, dan saling memaafkan di momen sakral pasca-Lebaran, bukannya "mencerai beraikan".
Mochamad Husen, yang juga mantan anggota DPRD Lebak, berharap agar pertentangan dan perselisihan yang menimbulkan kegaduhan ini segera diselesaikan dengan cara kekeluargaan.
Desakan ini mencerminkan harapan masyarakat agar para pemimpin dapat menyelesaikan masalah internal mereka secara dewasa dan tidak memengaruhi kinerja pemerintahan.
Peristiwa yang terjadi saat halal bihalal ini memang ramai diperbincangkan oleh masyarakat, terutama di media sosial.
Tag
Berita Terkait
-
Di Balik Cekcok dengan Wabup, Ternyata Segini Total Kekayaan Bupati Lebak Hasbi Jayabaya
-
Profil Bupati Lebak Hasbi Jayabaya: Pewaris Dinasti Besar Viral Usai 'Semprot' Wakilnya Mantan Napi
-
Harga BBM Batal Naik, ASN Banten Diminta WFH Hari Jumat Demi Hemat Energi
-
Pasca Perang Dingin di Halal Bihalal, Bupati Lebak Mendadak Temui Gubernur Banten
-
7 Fakta Panas Cekcok Bupati vs Wabup Lebak: Dari Pelanggaran UU ASN hingga Serangan Personal
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Geger Warga Pasar Kemis, Kerangka Manusia Ditemukan di Lahan Kosong
-
SMP dengan Kurikulum Internasional Hadir di Tangerang, Dorong Berpikir Kritis dan Pecahkan Masalah
-
Dugaan Pelecehan Seksual Bawahan, Pemkab Tangerang Pastikan Tak Mendampingi Kasatpol PP secara Hukum
-
Polda Banten Ungkap Identitas Mayat Terapung di Perairan Lampung
-
Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Warga di Serang, Polisi Selidiki Penyebab Kematian