- Tradisi Seba masyarakat Badui Dalam dan Luar di Lebak dijadwalkan berlangsung tiga hari, yaitu 24 hingga 26 April 2026.
- Ritual tahunan ini merupakan ungkapan syukur atas hasil panen sekaligus silaturahmi dengan Bupati Lebak dan Gubernur Banten.
- Diperkirakan 1.500 warga Badui berpartisipasi dalam Seba Leutik ini untuk mempersembahkan hasil bumi mereka.
SuaraBanten.id - Tradisi Seba atau persembahan yang merupakan ritual tahunan masyarakat Suku Badui Dalam dan Badui Luar di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, akan kembali digelar.
Perayaan budaya ini menjadi ungkapan rasa syukur atas limpahan hasil komoditas pertanian ladang, sekaligus ajang silaturahmi dengan pemerintah daerah.
"Kami melaksanakan tradisi perayaan Seba Badui itu tanggal 24-26 April 2026," kata Tetua Adat yang juga Kepala Desa Kanekes, Jaro Oom, dilansir dari Antara.
Berikut adalah 7 Fakta Kunci yang perlu Anda ketahui tentang perayaan tradisi Seba Badui 2026:
1. Jadwal Pelaksanaan Seba Badui 2026
Tradisi Seba Badui akan dilaksanakan selama tiga hari, mulai tanggal **24 hingga 26 April 2026**. Ini adalah agenda tahunan yang dinanti-nanti.
2. Inti Tradisi: Ungkapan Rasa Syukur dan Persembahan
Seba merupakan kewajiban tahunan bagi masyarakat Badui Dalam dan Badui Luar. Mereka mengunjungi Bupati Lebak dan Gubernur Banten sebagai persembahan rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan hasil panen pertanian ladang.
Ini juga bentuk terima kasih kepada kepolisian dan TNI yang telah memberikan keamanan di kawasan Gunung Kendeng.
Baca Juga: Polemik Panggil Kepala Dinas, Wabup Lebak: Itu Cara Saya Selesaikan Bencana dan Masalah Pasar
3. Partisipasi Masyarakat Badui
Pada tahun ini, yang masuk kategori Seba Leutik (Seba kecil), partisipasi masyarakat Badui diperkirakan mencapai sekitar 1.500 orang. Mereka tersebar di 68 perkampungan dan akan melakukan pendataan untuk menghadiri perayaan ini.
4. Persiapan Kebutuhan Upacara Seba
Masyarakat Badui mulai mempersiapkan berbagai komoditas hasil pertanian ladang sebagai persembahan. Di antaranya termasuk pisang, iris, beras, gula merah, petai, talas, tepung laksa, dan berbagai hasil bumi lainnya.
5. Dilaksanakan Pasca-Ritual Kawalu
Pelaksanaan tradisi ritual Seba dilakukan setelah masyarakat Badui selesai melaksanakan ritual kawalu yang saat ini sedang berjalan. "Bila sudah selesai melaksanakan tradisi kawalu maka dilakukan Seba untuk silaturahmi bersama kepala daerah setempat," jelas Jaro Oom.
Berita Terkait
-
Polemik Panggil Kepala Dinas, Wabup Lebak: Itu Cara Saya Selesaikan Bencana dan Masalah Pasar
-
Bantah Dalih Pujian Bupati, Amir Hamzah Bongkar Perangai Kasar Hasbi di Depan OPD
-
Amir Hamzah Lawan Balik, Sebut Pidato Bupati Lebak Arogan dan Tidak Berpendidikan?
-
Bantah Menghina, Bupati Lebak Dalihkan Sebutan 'Mantan Napi' Sebagai Pujian Prestasi untuk Wakilnya
-
Penyebab Bupati Lebak dan Wakilnya Terlibat Cekcok Terbuka: Singgung Pasal 66 ASN dan Masa Lalu
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 6 Sepatu Slip On Tanpa Tali Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Harga Mulai Rp120 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Polda Banten Ungkap Identitas Mayat Terapung di Perairan Lampung
-
Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Warga di Serang, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
-
Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL
-
Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi
-
Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD