- Seorang bocah 11 tahun dari Pulau Tunda tersengat ikan beracun lepo saat berenang pada Minggu (22/3/2026).
- Korban sempat dirawat awal oleh Dinkes Serang sebelum dirujuk intensif ke RSUD dr. Drajat Prawiranegara.
- Kondisi korban kini membaik; pembengkakan pada kaki sudah turun dan hanya menyisakan pemulihan luka.
SuaraBanten.id - Kabar baik datang dari kondisi bocah 11 tahun asal Pulau Tunda, Kabupaten Serang, yang sebelumnya tersengat ikan beracun jenis lepo (stonefish).
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang memastikan bahwa kondisi korban mulai membaik dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Drajat Prawiranegara (RSDP) Serang.
Kepala Dinkes Kabupaten Serang, Effrizal, mengatakan bahwa pembengkakan pada kaki korban sudah berangsur turun.
"Bengkaknya mulai kempes, tinggal pemulihan luka,” ujarnya, dilansir dari BantenNews -jaringan Suara.com, Sabtu (28/3/2026).
Insiden ini terjadi pada Minggu (22/3/2026) saat korban sedang berenang di pantai Pulau Tunda. Secara tiba-tiba, korban merasa kesakitan setelah tersengat ikan beracun di bagian kaki.
Ikan lepo atau stonefish dikenal sebagai salah satu ikan paling beracun di dunia, dengan sengatan yang dapat menyebabkan nyeri hebat, pembengkakan, bahkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan cepat.
Petugas kesehatan yang kebetulan berada di darat langsung kembali ke pulau begitu menerima laporan kejadian.
Tim medis memberikan penanganan awal selama beberapa hari sebelum akhirnya memutuskan untuk merujuk korban ke RSDP Serang untuk mendapatkan perawatan lanjutan yang lebih intensif.
Effrizal kembali memastikan bahwa tim medis Dinkes Kabupaten Serang telah memberikan perawatan awal selama tiga sampai empat hari kepada pasien.
Namun, karena perkembangan kondisi pasien masih terlihat biru-biru pada area yang tersengat, tim medis merujuk pasien ke RSDP Serang untuk memastikan kondisi yang lebih stabil dan penanganan yang lebih spesifik.
Baca Juga: Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
"Sekarang posisi pasiennya di rawat di RSDP dan sebenarnya secara kondisi sudah mulai kempes bengkaknya," ucapnya.
Effrizal juga telah menghubungi pihak rumah sakit dan mendapatkan konfirmasi positif.
"Tadi saya sudah menghubungi rumah sakit, ternyata memang sudah tidak ada masalah, cuma memang luka-lukanya sedang dibersihkan. Jadi tinggal pemulihan aja, itu kondisinya sekarang,” tambahnya.
Dokter di RSDP Serang memastikan bahwa kondisi korban kini stabil. Luka masih akan dibersihkan secara bertahap hingga pulih sepenuhnya.
Perlu diketahui, salah satu gejala jika terkena ikan beracun jenis lepo akan mengalami demam dan bengkak pada bagian tubuh yang terkena racun.
Berita Terkait
-
Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
-
Krisis Sampah Berakhir? 7 Fakta Pemkab Serang 'Gempur' TPS3R demi Lingkungan Bersih
-
Tembus 2,37 Juta Kendaraan! Arus Mudik Lebaran 2026 di Tol Tangerang-Merak Pecah Rekor
-
Kehabisan Ongkos Pulang dari Anyer, 4 Wisatawan Jakarta Nekat Curi Kabel di Serang
-
Ngeri! Setiap Warga Tangerang Sumbang 0,7 Kg Sampah, Total 2.700 Ton Sehari
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL
-
Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi
-
Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD
-
Motor Hantam Forklift di Jalan Raya Serang-Tangerang, Pasangan Suami Istri Tewas
-
DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi