- Kejari Serang menggeledah Kantor BPN Kota Serang pada Selasa (3/3/2026) terkait dugaan praktik gratifikasi pertanahan.
- Penyidik Kejari Serang menyita dokumen serta uang tunai Rp220 juta dari penggeledahan tersebut.
- Kasus dugaan korupsi ini telah naik ke tahap penyidikan, namun belum ada penetapan tersangka resmi.
SuaraBanten.id - Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Serang digeledah Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang pada Selasa (3/3/2026). Proses penggeledahan berlangsung sejak pukul 13.00 WIB hingga pukul 17.30 WIB oleh tim penyidik tindak pidana khusus (pidsus) Kejari Serang.
Dari hasil penggeledahan tersebut, tim penyidik Kejari Serang menyita sejumlah dokumen serta uang tunai sebesar Rp220 juta.
Dari informasi yang dihimpun, penggeledahan dilakukan berkaitan dengan praktik gratifikasi dalam kepengurusan dokumen pertanahan di BPN Kota Serang.
Saat dikonfirmasi Kepala Seksi Intelijen Kejari Serang Muhamad Lutfi Adrian membenarkan proses kegiatan penggeledahan dan penyitaan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi yang ada di BPN Kota Serang.
Meski begitu, Lutfi masih enggan memberikan keterangan secara detail dugaan tindak korupsi seperti apa yang tengah didalami oleh pihaknya.
"Iya dugaan tindak pidana korupsi. Nanti detailnya akan disampaikan lebih lanjut," kata Lutfi kepada wartawan, Selasa (3/3/2026) malam.
Lutfi mengaku, seluruh ruangan di Kantor BPN Kota Serang tak luput dari pemeriksaan, termasuk ruang kepala BPN. Menurutnya, hal itu dilakukan untuk mencari dan mengamankan alat bukti dalam proses penyidikan.
"Semua ruangan yang ada du kantor digeledah, termasuk ruang kepala. Semuanya kooperatif, Pak Kepala (BPN) juga tadi ada," ujarnya.
Disampaikan Lutfi, perkara yang tengah ditangani oleh pihaknya tersebut telah resmi naik ke tahap penyidikan setelah melalui proses penyelidikan sejak awal tahun 2026. Namun hingga kini belum ada tersangka yang ditetapkan dalam perkara tersebut.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Terjang Serang, Atap Dapur Makan Bergizi Gratis di Mancak Ambruk
"Sudah naik penyidikan, awalnya (penyelidikan) dari tahun 2026 ini," katanya.
Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari pihak BPN Kota Serang maupun Pemkot Serang terkait proses penggeledahan yang diduga berkaitan dengan gratifikasi tersebut.
Kontributor : Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
Cuaca Ekstrem Terjang Serang, Atap Dapur Makan Bergizi Gratis di Mancak Ambruk
-
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Tangerang, Serang dan Pandeglang Jumat 27 Februari 2026
-
Momen Bukber Langka di Rutan Serang, Ratusan Tahanan Nikmati Waktu Bersama Keluarga Tercinta
-
Jadwal Imsakiyah Tangerang & Serang Hari Ini 20 Februari 2026: Catat Waktu Berbuka Agar Tak Terlewat
-
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Tangerang-Serang Kamis 18 Februari 2026
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M
-
Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi