Andi Ahmad S
Kamis, 12 Februari 2026 | 19:02 WIB
Jenazah Capt. Enggon Erawan pilot pesawat Smart Air yang merupakan korban tragedi penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Lapangan Terbang Korowai dari Tanah Merah, Kabupaten Doven Digoel, Papua Selatan, tiba di rumah keluarga duka di Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten. ANTARA/Azmi Samsul M
Baca 10 detik
  • Jenazah Capt. Enggon Erawan, pilot Smart Air korban penembakan KKB Papua, tiba di Ciputat Timur pada Kamis sore (12/2).
  • Sebelumnya, jenazah telah menjalani upacara penghormatan terakhir oleh Ikatan Pilot Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta.
  • Keluarga meminta media dan pelayat tidak mengambil gambar serta membatasi pembukaan peti hanya untuk keluarga inti.

SuaraBanten.id - Tangis pilu dan duka mendalam menyelimuti Ciputat Timur, Tangerang Selatan, pada Kamis sore (12/2). Jenazah Capt. Enggon Erawan, pilot pesawat Smart Air yang menjadi korban tragedi penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Lapangan Terbang Korowai dari Tanah Merah, Kabupaten Doven Digoel, Papua Selatan, akhirnya tiba di rumah keluarga duka. Kedatangan jenazah Capt.

Enggon menandai berakhirnya penantian panjang keluarga, sekaligus menjadi momen penghormatan terakhir bagi pahlawan udara yang gugur dalam tugas.

Sebelum diberangkatkan menuju kediaman mendiang di Ciputat Timur, jenazah Capt. Enggon Erawan telah menjalani sesi upacara penghormatan oleh Ikatan Pilot Indonesia (IPI) di Terminal Kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) pada Kamis sore.

Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi, rombongan pembawa jenazah tiba sekitar pukul 17.30 WIB. Tampak kerabat serta keluarga korban memenuhi rumah duka. Mereka, satu per satu melayat dan menyampaikan duka cita atas kepergian almarhum. Selain itu, sejumlah sahabat dan rekan kerja Capt. Enggon juga turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.

Di tengah situasi yang penuh duka tersebut, tampak salah satu anggota keluarga mendiang meminta agar awak media untuk sementara tidak melakukan peliputan dan mengambil gambar saat penerimaan jenazah di rumah duka.

"Wartawan silahkan pulang, jangan ada di sini (rumah duka), jangan ambil gambar yak, tempat kalian bukan di sini," ucap salah satu anggota keluarga duka tersebut.

Selanjutnya, di depan para tamu yang melayat, disampaikan juga pengumuman oleh pihak keluarga agar tidak ada yang mengikuti proses pembukaan peti jenazah selain keluarga inti dari Capt. Enggon.

"Yang diperkenankan untuk terakhir kalinya melihat jenazah hanya keluarga. Nanti kita akan membuka petinya, jadi di luar keluarga tidak diperkenankan untuk ikut," katanya.

Sebelumnya, Pilot Capt. Enggon dan Kopilot Capt. Baskoro pesawat Smart Air dikabarkan tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat mendarat di Lapangan Terbang Korowai dari Tanah Merah, Kabupaten Doven Digoel, Papua Selatan. [Antara].

Baca Juga: Darurat Pestisida! Sungai Cisadane Tercemar Sepanjang 22,5 Km, Warga Dilarang Konsumsi Air

Load More