Andi Ahmad S
Sabtu, 03 Januari 2026 | 21:24 WIB
Ilustrasi tragedi pembunuhan bocah 9 tahun di rumah mewah Cilegon, Banten. [Suara.com/Rochmat]
Baca 10 detik
  • Pelaku pembunuhan anak politisi PKS Cilegon akhirnya berhasil ditangkap polisi saat sedang melakukan aksi pencurian di sebuah rumah mewah milik mantan anggota DPRD yang sedang ditinggal kosong oleh pemiliknya tersebut.

  • Penangkapan berlangsung dramatis karena pelaku sempat menodongkan pistol mainan kepada warga sebelum akhirnya terjatuh. Identitas pelaku diketahui sebagai karyawan perusahaan swasta besar yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian perkara.

  • Kasus pembunuhan Axel terungkap setelah polisi melakukan pengembangan terhadap tersangka pencurian berinisial AH. Pelaku yang diduga spesialis rumah kosong ini ternyata memiliki keterkaitan erat dengan peristiwa tragis di komplek BBS.

3. Drama Pistol Mainan vs Brimob

Proses penangkapan berlangsung tegang. Pelaku sempat dipergoki oleh Asisten Rumah Tangga (ART), panik, lalu terpeleset di tangga hingga terluka dan bersembunyi di dalam rumah.

Warga yang mengepung sempat ketakutan karena pelaku menodongkan benda mirip senjata api. Hal ini memicu kedatangan pasukan Brimob ke lokasi.

"Si pelaku ini bawa pistol, warga ga berani langsung nangkap karena takut ditembak, ternyata setelah ditangkap itu pistol mainan, pistol gas. Jadi dia bawa pistol mainan, bawa alat pemanas gembok," tutur Dede.

Respons cepat polisi yang menurunkan Brimob kemungkinan karena status siaga mereka dalam memburu pelaku pembunuhan anak di BBS yang belum tertangkap saat itu.

4. Pelaku Ternyata Karyawan Perusahaan Bonafide

Ini adalah fakta yang paling membingungkan. Berdasarkan kartu identitas yang ditemukan, pelaku berinisial AH asal Palembang ini bukan pengangguran. Ia tercatat sebagai karyawan di salah satu perusahaan petrokimia raksasa di Cilegon, Chandra Asri.

Dede Rohana mengaku heran mengapa seseorang dengan pekerjaan yang mapan nekat melakukan serangkaian aksi kejahatan sadis.

"Kayaknya dia spesialis rumah kosong dan rumah mewah. Soalnya di SIM dan kartu anggota serikat itu dia pekerja di Chandra Asri. Padahal gajinya lumayan tapi kok nyuri. Saya sempat pastikan, tanya ke teman di Chandra Asri, katanya iya itu karyawan Chandra Asri," tandasnya.

Baca Juga: Drama Penangkapan Pembunuh Anak Politisi PKS, Terpeleset Saat Satroni Rumah Mewah

Load More