-
Penyebab dan Dampak Banjir Hujan deras sejak Jumat sore menyebabkan Kali Mati meluap dan merendam sejumlah wilayah di Kota Serang, berdampak pada ratusan rumah dengan ketinggian air mencapai paha orang dewasa.
-
Upaya Evakuasi Warga Pemerintah setempat bersama BPBD dan PMI memprioritaskan evakuasi lansia serta warga sakit menggunakan perahu karet menuju tempat pengungsian di SMP Syaibul Barokah demi menjamin keselamatan mereka.
-
Data Korban dan Imbauan Tercatat 1.789 jiwa terdampak banjir di Kecamatan Kasemen. BPBD terus melakukan monitoring serta mengimbau masyarakat agar tetap waspada karena intensitas hujan di Kota Serang masih tergolong tinggi.
SuaraBanten.id - Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Serang, Banten dan sekitarnya pada Jumat (2/1/2026) sore hingga malam. Imbasnya, sejumlah wilayah di Kota Serang pun terendam banjir.
Seperti pantauan awak media di Lingkungan Kroya Indah, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten sekitar pukul 22.30 WIB, ketinggian air mencapai paha orang dewasa.
Camat Kasemen Sugiri megatakan, sebanyak 300 KK di 3 RT terdampak banjir yang berasal dari meluapnya Kali Mati yang berdekatan dengan Lingkungan Kroya Indah.
Tak hanya itu, lanjut Sugiri, sejumlah kelurahan di Kecamatan Kasemen turut terdampak banjir usai hujan deras mengguyur sejak sore hingga malam hari.
"Ada 300-an KK yang terdampak, di Kroya Indah ini ada 3 RT. Nanti di Kelurahan Sukadiri masih ada (yang terdampak), Kelurahan Kasemen, Sindangsari, Kelurahan Kasunyatan, Keradenan sampai Puri Keraton," kata Sugiri saat ditemui di Lingkungan Kroya Indah, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, Jumat (2/1/2026) malam.
Sugiri mengaku, pihaknya terpaksa mengevakuasi puluhan lansia dan warga yang tengah sakit di Lingkungan Kroya Indah guna mengantisipasi naiknya debit air lantaran hujan masih terus mengguyur.
"Proses evakuasi kita utamakan yang lansia, yang sakit kita bawa ke tempat penampungan, tadi sudah dibawa sama teman-teman PMI dengan bantuan perahu BPBD. Dan bai warga yang mau dievakuasi kita siapkan perahu karet, ada puluhan yang sudah dievakuasi, jumlahnya kita belum data," ungkapnya.
"Kalau ngungsi kita sudah siapkan tempat di SMP Syaibul Barokah," imbuh Sugiri.
Sementara itu, Plt Kepala BPBD Kota Serang Diat Hermawan mengatakan, banjir yang terjadi di Kota Serang turut melanda 4 kelurahan di Kecamatan Kasemen dan membuat 417 rumah serta 1.789 jiwa harus terdampak.
Baca Juga: JLS Cilegon Jadi Sungai, Satu Mobil Sedan Hanyut Terbawa Arus Banjir Bandang
Meski begitu, kata Diat, sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan pendataan jumlah warga yang terdampak, termasuk melakukan monitoring guna proses penagihan lebih lanjut.
"Sampai tadi pukul 23.03 WIB, ada 8 titik banjir di wilayah Kecamatan Kasemen dengan rata-rata tinggi air mencapai 40 centimeter. Data sementara ada 553 KK atau 1.789 jiwa dan 417 rumah yang terendam," kata Diat.
"Kita masih memonitor wilayah yang terdampak, kita sudah menurunkan personel dan alat untuk melakukan evakuasi korban di beberapa wilayah. Termasuk kita masih terus melakukan pendataan," sambungnya.
Diat menghimbau agar masyarakat tetap waspada dan selalu berhati-hati terhadap potensi bencana yang akan terjadi dikarenakan intensitas hujan di Kota Serang masih relatif tinggi.
"Bagi masyarakat yang bermukim di daerah rawan bencana untuk selalu berhati-hati. Dihimbau untuk selalu mengikuti perkembangan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca," tandasnya.
Kontributor : Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
JLS Cilegon Jadi Sungai, Satu Mobil Sedan Hanyut Terbawa Arus Banjir Bandang
-
Pelaku Pembunuhan Sadis Anak Politisi PKS di Cilegon Akhirnya Tertangkap, Ini Sosoknya
-
Mesjid Agung Banten Kebanjiran! Air Luapan Kali Masuk ke Area Makam Keramat
-
Belasan Warga Badui Tewas Digigit Ular Tanah, Apa Kendalanya?
-
Destinasi Wisata Religi Terpopuler di Banten untuk Awali Tahun 2026 dengan Berkah
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Jamin Keamanan Jemaat POUK Tesalonika, Bupati Tangerang Siapkan Fasilitas Ibadah yang Layak
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
Ibadah Jumat Agung Terganggu, Satpol PP Tangerang Segel Gedung Yayasan POUK Tesalonika
-
Stafsus Menag Minta Kanwil Kemenag dan FKUB Bantu Tuntaskan Polemik POUK Tesalonika Teluknaga
-
Ini Alasan Satpol-PP Kabupaten Tangerang Segel Bangunan Yayasan Tesalonika Teluknaga Usai Ibadah