-
Tokoh adat Badui, Jaro Oom, mendesak Pemprov Banten dan Pemkab Lebak membangun jalan Simpang-Ciboleger (8 km) karena kondisi rusak parah mengganggu ekonomi dan kunjungan.
-
Kerusakan jalan menuju Terminal Ciboleger dikeluhkan karena berdampak pada penurunan kunjungan, menghambat pertumbuhan UMKM, dan rawan kecelakaan.
-
Wakil Bupati Lebak dan Gubernur Banten menyambut baik dan berencana mengutamakan pembangunan jalan menuju permukiman Badui pada alokasi anggaran 2026.
SuaraBanten.id - Pesona kearifan lokal Suku Badui di Kabupaten Lebak, Banten, selalu menjadi magnet bagi wisatawan muda yang mencari ketenangan atau healing dari hiruk-pikuk kota.
Namun, akses menuju destinasi wisata budaya prioritas ini ternyata masih jauh dari kata layak. Kondisi infrastruktur yang memprihatinkan kini menjadi sorotan tajam para tokoh adat setempat.
Kepala Desa Kanekes sekaligus Tokoh Adat Badui, Jaro Oom, secara terbuka menyuarakan keresahannya.
Ia mendesak Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Lebak untuk tidak menutup mata terhadap kerusakan ruas jalan Simpang menuju Terminal Ciboleger sepanjang kurang lebih 8 kilometer.
Ruas ini merupakan nadi utama pintu masuk bagi wisatawan maupun jalur ekonomi warga adat.
"Kita kerapkali menyuarakan permintaan pembangunan jalan ketika mengunjungi upacara ritual Seba juga jika pejabat bersilaturahmi ke Badui," kata Jaro Oom dilansir dari Antara.
Bagi para traveler yang pernah berkunjung ke Badui belakangan ini, keluhan mengenai jalanan yang "seperti sungai kering" pasti sudah tidak asing.
Jalanan yang seharusnya mulus kini dipenuhi lubang menganga dan aspal yang mengelupas hingga menyisakan bebatuan tajam. Kondisi ini tidak hanya berbahaya bagi keselamatan pengendara, tetapi juga berdampak domino pada perekonomian warga lokal.
Penurunan jumlah pengunjung, terutama saat momen ritual Seba Badui, mulai dirasakan dampaknya. Padahal, pariwisata adalah etalase utama bagi produk UMKM khas Badui seperti kain tenun, madu, dan kerajinan tangan.
Baca Juga: 17 Tahun Mengabdi di Pelosok Pandeglang: Kisah Armani, 'Oemar Bakri' Nyata
"Kami minta pemerintah mengutamakan pembangunan jalan menuju Badui, sehingga pelaku UMKM bisa tumbuh dan berkembang dan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga," tegas Jaro Oom.
Perlu diketahui, Desa Kanekes memiliki keunikan tersendiri karena tidak menerima Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat demi menjaga independensi adat. Oleh karena itu, intervensi pembangunan infrastruktur dari pemerintah daerah menjadi satu-satunya harapan untuk aksesibilitas.
"Kami berharap Bupati Lebak Hasbi Asyidiki dan Gubernur Banten Andra Soni bisa berkolaborasi untuk pembangunan jalan menuju masyarakat Badui," lanjutnya menjelaskan.
Suara dari akar rumput pun senada. Pulung (55), warga Badui, berharap perbaikan jalan bukan sekadar wacana politik.
"Kami berharap pembangunan jalan menuju Badui direalisasikan 2026, sehingga kehidupan masyarakat setempat menjadi lebih baik," katanya.
Merespons desakan tersebut, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah memberikan angin segar. Ia menyatakan bahwa meskipun APBD 2026 mengalami penurunan menjadi Rp2,74 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,86 triliun, fokus anggaran tetap pada infrastruktur vital.
Berita Terkait
-
17 Tahun Mengabdi di Pelosok Pandeglang: Kisah Armani, 'Oemar Bakri' Nyata
-
Tiga Ancaman Serius BMKG Hari Ini: Panas Membakar, Petir Menyambar, hingga Banjir Mengintai
-
Sungai Cikalumpang Ngamuk, Ribuan Warga Serang Terkepung Banjir!
-
Pekerjakan 583 TKA Ilegal, Kemnaker Denda Perusahaan Banten Rp588 Juta
-
Truk Tambang Penyebab Macet Parah di Banten Akan Dihadang Aparat!
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
Terkini
-
Bogor dan Serang Kompak 'Tutup Pintu' untuk Sampah Kiriman Tangsel
-
Awal Tahun yang Kelam bagi Kades Sidamukti: Jadi Tersangka Korupsi Usai Tilap Uang Negara Rp500 Juta
-
Khianati Kepercayaan Majikan, ART Asal Lampung Nekat Culik Bayi Demi Tebusan Hutang
-
Kawasan Baduy Dalam Ditutup untuk Wisatawan Selama 3 Bulan Mulai 20 Januari 2026
-
Hanya 4 Menit Sampai Rumah, Politisi PKS Cilegon Tak Sangka Panggilan Video Jadi Kabar Duka Anaknya