-
Kasus HIV/AIDS di Lebak mengkhawatirkan dengan 808 penderita dari 2019-2025, termasuk 116 temuan baru di 2025, dan 21 orang dilaporkan meninggal dunia.
-
Sebagian besar penderita HIV/AIDS di Lebak berusia produktif, didorong oleh penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas, mendesak kewaspadaan masyarakat.
-
Pemerintah Lebak menargetkan daerah bebas AIDS dan terus mengoptimalkan pencegahan, sosialisasi di sekolah, serta meminta orang tua mengawasi pergaulan anak.
SuaraBanten.id - Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Lebak, Banten, menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Sebanyak 21 dari 808 penderita HIV/AIDS di Kabupaten Lebak dilaporkan meninggal dunia akibat keganasan virus tersebut. Data ini mendesak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit mematikan ini.
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Lebak, Paryono, di Lebak pada Senin (18/11/2025), mengatakan pihaknya bersama tim penanggulangan dan pencegahan penyakit menular menargetkan daerah ini terbebas dari penyakit mematikan seperti AIDS, tuberkulosis (TB), dan malaria.
"Penyebaran virus HIV/AIDS bagaikan fenomena 'gunung es', sehingga perlu adanya tindakan pencegahan dan penanggulangan yang melibatkan berbagai komunitas, termasuk masyarakat," katanya.
Paryono menjelaskan, banyak kasus penderita yang tidak terdeteksi oleh tim medis karena mereka tidak melakukan pemeriksaan. Sedangkan yang dinyatakan positif menderita HIV/AIDS adalah setelah melalui pemeriksaan tim medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adjidarmo Rangkasbitung.
Menurutnya, kasus HIV/AIDS dari tahun 2019 sampai Oktober 2025 tercatat sebanyak 808 kasus, dan dilaporkan 21 orang meninggal dunia. Dari total penderita, sebanyak 116 orang di antaranya adalah temuan baru selama tahun 2025 saja.
"Sebagian besar penderita HIV/AIDS itu berusia produktif," katanya, menyoroti dampak serius pada kelompok usia produktif.
Terkait tingginya angka kasus positif HIV/AIDS itu, pihaknya berharap pelajar, mahasiswa, dan masyarakat agar berhati-hati dalam pergaulan. Hindari penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas yang menjadi pintu masuk penularan.
Menurut Paryono, pemerintah daerah beserta seluruh elemen masyarakat bersama-sama bertanggung jawab menanggulangi penyebaran virus mematikan itu, baik melalui kampanye maupun sosialisasi di sekolah-sekolah.
Ia menjelaskan penularan penyakit tersebut di antaranya karena jarum suntik bekas narkoba, hubungan seks berganti-ganti pasangan, transfusi darah dari penderita, dan air susu ibu yang orang tuanya tertular HIV/AIDS.
Baca Juga: Jejak 37 Pahlawan Muda di Lengkong: Mensos Gus Ipul Ungkap 2 Kunci Penting Karakter Bangsa
"Kami minta orangtua agar mengawasi anak-anaknya dalam pergaulan agar tidak terjerat dengan seks bebas," katanya.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, dr. Firman Rahmatullah, mengatakan selama ini penyebaran kasus HIV/AIDS tahun ke tahun di daerah itu bertambah, sehingga perlu pencegahan untuk mengantisipasi penyakit mematikan itu.
Pemerintah daerah terus mengoptimalkan penyuluhan-penyuluhan di sekolah maupun di masyarakat untuk mencegah narkoba dan seks bebas. [Antara].
Berita Terkait
-
Jejak 37 Pahlawan Muda di Lengkong: Mensos Gus Ipul Ungkap 2 Kunci Penting Karakter Bangsa
-
Diam-diam Pemprov Banten Beri 'Privilese' Truk Kecil Keluar dari Kepgub, Apa Alasannya?
-
Aktor di Balik Kasus Penipuan Tangerang Diringkus di Kampung Halaman, Sempat Lolos dari Hukuman
-
Waspada! Ancaman TBC Mengintai, Banten Puncaki Daftar Penemuan Kasus Tertinggi
-
5 Fakta Pilu Kasus Perundungan Siswa SMP di Tangsel: Dipukul Kursi Besi Hingga Saraf Rusak
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Tukang Ojek di Pandeglang Jadi Tersangka Usai Penumpang Tewas Akibat Jalan Berlubang
-
Jalan Perbatasan Lebak-Bogor Rusak Parah, Menko AHY: Saya Cek Langsung dan Dorong Perbaikan
-
Sopir Truk Wajib Tahu! Ini Aturan Pembatasan Operasional di Merak dan Ciwandan
-
Berburu Takjil di Al Amjad Tigaraksa, Surga Kuliner Buka Puasa Paling Hits di Tangerang
-
Jadwal Imsakiyah Tangerang & Serang Hari Ini 20 Februari 2026: Catat Waktu Berbuka Agar Tak Terlewat