Andi Ahmad S
Selasa, 11 November 2025 | 17:28 WIB
Tenaga kesehatan sampel thorax warga saat skrining tuberkulosis di Gelanggang Olahraga Otista, Jakarta, Kamis (9/2/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Provinsi Banten unggul nasional dalam penanganan TB, mencapai 93% penemuan kasus dan 52% pemberian obat, menjadi contoh bagi provinsi lain. 

  • Wamenkes menjadikan Banten sebagai model penanganan TB untuk mewujudkan komitmen Presiden Prabowo agar Indonesia bebas TB. 

  • Pemkot Tangerang mendukung penuh dengan program inovatif seperti skrining Ransel TB, pendampingan Asmara TB, dan penemuan kasus aktif melalui x-ray portable. 

SuaraBanten.id - Provinsi Banten mencatatkan capaian luar biasa dalam upaya penanganan Tuberkulosis (TB). Hal itu diungkap Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benjamin Paulus Octavianus.

Dia menyebut Provinsi Banten menjadi daerah tertinggi dalam penemuan kasus TB, yakni mencapai 93 persen dari total lebih dari 50 ribu kasus yang ditemukan.

"Ini merupakan capaian luar biasa yang mencerminkan kerja sama semua pihak dalam penanganan kasus TB di Banten," kata Benjamin Paulus Selasa (11/11/2025).

Ia menjelaskan, berdasarkan data Kementerian Kesehatan maupun WHO, jumlah kasus TB di Indonesia diperkirakan mencapai 1.090.000. Penemuan kasus adalah langkah awal krusial dalam penanganan TB di daerah. Setelah itu, orang yang mengalami TB diobati.

Berdasarkan data yang ada, pemberian obat bagi penderita TB maupun keluarganya di Banten mencapai 52 persen. Angka ini juga menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan daerah lainnya, menunjukkan efektivitas program pengobatan di provinsi tersebut.

Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan bersama jajaran lainnya melakukan kunjungan kerja ke Banten, khususnya Kota Tangerang, dalam penanganan kasus TB agar bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya.

"Kemenkes akan jadikan Banten sebagai contoh dalam penanganan TB, khususnya menemukan kasus, kemudian diobati. Hal ini menjadi pesan penting Presiden Prabowo agar Indonesia bebas TB," katanya.

Kementerian Kesehatan juga meningkatkan keterlibatan lintas kementerian lainnya dalam penanganan TB dari yang sebelumnya 15 kementerian menjadi 35 kementerian agar lebih optimal.

Misalnya, ketika warga menjalani pengobatan, Kemensos nantinya bisa masuk memberikan bantuan. Lalu, kementerian lain juga melakukan hal serupa sesuai dengan tupoksinya, sehingga pengobatan bagi penderita menjadi menyeluruh.

Baca Juga: 5 Fakta Pilu Kasus Perundungan Siswa SMP di Tangsel: Dipukul Kursi Besi Hingga Saraf Rusak

"Contoh baik dari Kota Tangerang dapat menjadi panduan bagi Kemenkes dalam membuat peta penanganan TBC bagi daerah lain sesuai perkembangan saat ini," ujarnya.

Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa seluruh Kabupaten/Kota di Banten siap mendukung mewujudkan Indonesia bebas TB sesuai yang diharapkan oleh Presiden Prabowo.

Gubernur juga rutin melakukan evaluasi dalam memantau penanganan TB, dan setiap daerah telah menunjuk ketua dalam penanganan agar program yang disasar bisa berjalan optimal.

Wali Kota Tangerang Sachrudin menjelaskan sejumlah program penanganan TB yang dijalankan Pemkot melalui Dinkes, di antaranya, melalui skrining mandiri, pendampingan minum obat dan penemuan kasus aktif.

"Kami juga membuat gerakan bersama komunitas dalam penanganan TB guna mengajak masyarakat mau diobati dan tidak perlu malu," ujarnya. [Antara].

Load More