-
Seorang siswa SMPN di Tangsel menjadi korban perundungan, dipukul bangku besi di kepala oleh temannya, menyebabkan kondisi kesehatannya memburuk dan dirawat intensif.
-
Akibat perundungan, korban mengalami kerusakan saraf halus dan kini dirawat di RS Fatmawati. Keluarga terkendala biaya pengobatan karena tidak memiliki BPJS Kesehatan.
-
Kasus perundungan ini viral. Dinas Pendidikan dan UPTD PPA Tangsel kini turun tangan, akan mengkaji laporan sekolah, dan memperkuat peran Tim Pencegahan Kekerasan.
SuaraBanten.id - Persitiwa perundungan heboh di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Perundungan dialami satu satu siswa SMP Negeri di Tangsel dan kini kondisi kesehatannya makin memburuk hingga harus mendapatkan perawat intensif di rumah sakit.
Aksi perundungan itu dialami oleh salah satu siswa laki-laki warga Ciater Kecamatan Serpong kelas VII. Terduka pelakunya, disebut merupakan teman satu kelasnya.
Ibu korban, N mengaku, terkejut ketika mengetahui anaknya menjadi korban perundungan. Hal itu mencuat setelah diirnya curiga lantaran saat berjalan, anaknya tidak fokus dan sering menabrak pintu.
“Saya tanya ke anaknya ‘kenapa bang, kok jalannya kejedot-kejedot gitu?’, kata dia ‘Tapi emak jangan nyesel, jangan kaget. Aku dipukul sama temen aku, dipukul di kepala,” katanya saat wawancara di kediamannya, Senin 10 November 2025.
N menjelaskan, anaknya jadi korban perundungan dari temannya dan mendapat aksi kekesaran pada 20 Oktober 2025.
“Dipukul pakai bangku besi dibagian ubun-ubun kepala,” jelasnya.
Setelah mendapati informasi perundungan itu, N dan keluarga pun mengkonfirmasi ke pihak sekolah untuk meminta keterangan atas kejadian perundungan yang dialami korban.
Pihak sekolah, kata N, kemudian berupaya mengkonfirmasi dan menelusuri kejadian tersebut kepada terduga pelaku. Dari informasi yang didapat, bahwa korban dipukul dengan kursi besi oleh temannya ketika korban hendak mengambil pulpen yang jatuh saat dirinya menulis.
“Dia lagi nulis, pulpennya jatuh. Pas bangun, langsung (dipukul-red),” ungkapnya.
Baca Juga: Benyamin Davnie Keluarkan Jurus 'Rayuan Maut' ke Pemkab Bogor, Untuk Solusi Atasi Sampah
Akibat perundungan itu, N menyebut kesehatan anaknya mulai menurun. Bahkan, mata bagian kanannya tak lagi bisa fokus. Pihaknya kemudian melakukan pemeriksaan kesehatan di salah satu rumah sakit swasta di Tangsel.
Hasilnya, kata N, terdapat kerusakan pada saraf halus yang diduga salah satunya disebabkan akibat hantaman benda keras paska aksi perundungan di ruang kelas itu.
“Alhamdulillah nggak ada pendarahan, nggak ada retak. Cuman urat sarapnya yang alus kena,” paparnya.
N pun prihatin, melihat kondisi anaknya yang kian hari terpuruk. Terlebih, saat ini keluarganya pun terkendala biaya pengobatan di RS swasta lantaran belum memiliki BPJS Kesehatan.
N mengaku, saat ini anaknya itu telah mendapatkan perawatan intensif di RS Fatmawati Jakarta.
Kisah perundungan siswa SMPN di Tangsel itu pun viral di media sosial setelah kerabat korban membagikan kronologis perundungan tersebut. Kini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Tangsel dan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Tangsel turun tangan dan mengunjungi kediaman korban pada Senin, 10 November 2025.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dikbud Kota Tangsel Dedi mengatakan, pihaknya bakal menganalisi laporan dari Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Sekolah (TPPKS) yang dilakukan pihak sekolah.
“Kami berencana dengan pihak sekolah kita akan menjenguk korban. Kami nanti dengan TPPK dan Pemkot Tangsel akan mengkaji hasil laporan dari TPPK. Ini bahan evaluasi kami di Dindik untuk lebih menguatkan peran TPPK. Dan menguatkan pendidik dari tenaga pendidikan di seluruh sekolah,” ungkap Dedi.
Kontributor : Wivy Hikmatullah
Berita Terkait
-
Benyamin Davnie Keluarkan Jurus 'Rayuan Maut' ke Pemkab Bogor, Untuk Solusi Atasi Sampah
-
Viral Siswi SMP Dibully: Bukan Pembelaan, Kepala Sekolah Malah Tendang Gina Karena Ayah Pemulung
-
Patroli Siber Diperkuat! Polisi Kejar Pelaku Teror Bom Digital yang Sasar Sekolah di Tangsel
-
Pilar Ungkap Fakta Mengejutkan, Robohnya Billboard Raksasa Ciputat Akibat Pelanggaran Serius
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga! Korban Billboard Raksasa di Tangsel Merana, Harta Ludes Dijarah Maling
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
Darurat Pestisida! Sungai Cisadane Tercemar Sepanjang 22,5 Km, Warga Dilarang Konsumsi Air
-
480 Ribu Kartu BPJS PBI di Banten Dinonaktifkan, Ini Jawaban Dinkes dan Gubernur
-
Buntut Sebar Video Syur di Grup 'Semprot', 4 Pria di Banten Jalani Sidang di PN Serang
-
Misteri Kematian Anak Politisi PKS Cilegon: Tersangka Ajukan Praperadilan, Ngaku Bukan Pembunuhnya
-
Karya Anak Bangsa, Disiplinku Siap Bangun Fondasi Tim Profesional di Era Digital