-
Rutan Serang memindahkan 53 WBP ke Lapas Kelas IIA untuk mengurangi kepadatan hunian kritis (656 orang) yang mengganggu kenyamanan dan pembinaan WBP.
-
Overkapasitas Rutan Kelas IIB Serang kritis (656 WBP), mengganggu kenyamanan WBP (50-60 per kamar) dan mengancam optimalisasi program pembinaan.
-
Pemindahan ini adalah bagian dari kebijakan pemerataan penghuni antar UPT Pemasyarakatan Serang demi menciptakan hunian yang layak dan pembinaan yang optimal.
SuaraBanten.id - Isu klasik Overkapasitas Rutan dan Lapas di Indonesia kembali mencuat di Serang, Banten.
Dalam upaya strategis untuk mengurangi kepadatan hunian sekaligus mendukung akselerasi pembinaan yang dicanangkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).
Sebanyak 53 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Kelas IIB Serang dipindahkan ke Lapas Kelas IIA pada Selasa (4/11).
Langkah ini merupakan respon langsung terhadap kondisi hunian yang telah melampaui batas ideal, yang dikhawatirkan mengganggu program rehabilitasi dan menciptakan situasi yang tidak kondusif bagi WBP.
Kepala Rutan Kelas IIB Serang, Rangga Permata, mengungkapkan bahwa kondisi overcrowding di Rutan yang dipimpinnya sudah mencapai titik kritis.
Data terakhir menunjukkan Rutan Kelas IIB Serang saat ini menampung 656 WBP, angka yang dinilai sangat melebihi kapasitas ideal.
Rangga menjelaskan bahwa pemindahan tersebut harus dilakukan demi menjaga kondisi hunian agar tetap layak dan manusiawi. Kondisi hunian yang jauh dari standar menyebabkan terganggunya aspek kenyamanan dan fokus pembinaan:
“Rata-Rata perkamar dihuni oleh 50-60 Orang, Pastinya mereka tidak merasa nyaman dengan jumlah tersebut, maka dari itu kita lakukan pemindahan ini agar mereka bisa sedikit lebih nyaman," ujarnya.
Fakta Kritis Rutan Kelas IIB Serang:
Baca Juga: Pilu! Pedagang Madu Baduy Dibegal Brutal di Jakarta: Uang Hasil Jualan Rp3 Juta Raib
- Jumlah WBP: 656 Orang.
- Tingkat Kepadatan: Jauh melampaui kapasitas ideal.
- Dampak: Kenyamanan terganggu, pembinaan WBP tidak optimal.
Menurut Rangga, proses pemindahan puluhan WBP ini merupakan bagian dari kebijakan internal yang lebih luas. Tujuannya adalah pemerataan penghuni antar Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Serang.
Dengan penataan ini, ia berharap pelayanan dan pembinaan terhadap Warga Binaan dapat berjalan lebih maksimal.
“Pemindahan ini merupakan bagian dari penataan dan pemerataan penghuni antar UPT Pemasyarakatan di wilayah Serang. Dengan adanya pemindahan ini, kami berharap situasi hunian di Rutan menjadi lebih kondusif dan pembinaan terhadap Warga Binaan bisa berjalan lebih optimal,” kata Rangga, Selasa (4/11/205).
Rangga menegaskan bahwa aspek administratif dan kesehatan menjadi prioritas utama:
- Pemeriksaan kelengkapan administrasi dan identitas WBP.
- Pengecekan kesehatan secara menyeluruh sebelum pemberangkatan.
- Pengawalan ketat oleh petugas Rutan, Polsek, dan Kejaksaan.
“Kami pastikan seluruh tahapan dijalankan dengan baik dan aman, agar para warga binaan dapat segera mengikuti program pembinaan di tempat yang baru,” ungkapnya.
Kontributor : Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
Pilu! Pedagang Madu Baduy Dibegal Brutal di Jakarta: Uang Hasil Jualan Rp3 Juta Raib
-
Oknum Anggota Polda Banten Jadi Tersangka Usai Tipu Orang Rp300 Juta: Dalih untuk Biaya Masuk Polisi
-
22 Tahun Mengabdi, Raden Berly Rizky Bicara soal 'Jalur Belakang': Bantah Keras Campur Tangan Wagub
-
Dimyati Bantah Keras Nepotisme di Balik Promosi Adiknya sebagai Kepala Bapenda Banten
-
Gebrakan Andra Soni! 23 Pejabat Eselon II Banten Dilantik, Siapa Saja yang Tergeser?
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Kalcer 2026: Keren Gak Harus Mahal, Budget di Bawah 500 Ribu
-
Sakit Hati Ortu Dihina Jadi Motif Pria di Pandeglang Habisi Nyawa Sang Pacar
-
Perempuan di Pandeglang Tewas Dicekik Pacar Sendiri
-
6 Fakta Penggagalan Penculikan Balita Tulungagung di Pelabuhan Merak: Pelaku Ternyata Orang Dekat
-
Pelantikan Pengurus PAN se-Banten Digelar Besok di Tangerang, Zulhas hingga Eko Patrio Ikut Hadir