-
BNN membongkar pabrik sabu di apartemen Cisauk, beroperasi 6 bulan dengan untung Rp1 miliar.
-
Pelaku gunakan modus medsos dan 'sistem tempel' untuk pemasaran sabu tanpa tatap muka.
-
Sabu dibuat dari ekstrak 15.000 pil asma; dua pelaku ditangkap, satu residivis.
SuaraBanten.id - Fenomena clandestine lab atau laboratorium narkoba rahasia yang bersembunyi di hunian vertikal kembali terungkap dan mengejutkan publik.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI berhasil membongkar praktik pembuatan narkotika jenis sabu yang beroperasi di sebuah unit apartemen di kawasan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten.
Yang mencengangkan, pabrik haram ini telah beroperasi tepat di tengah pemukiman padat selama setengah tahun tanpa terendus warga sekitar.
Penggerebekan ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat urban, khususnya anak muda yang tinggal di apartemen, bahwa kejahatan narkotika bisa saja terjadi tepat di balik pintu tetangga mereka.
Dalam operasi senyap yang dilakukan, BNN menangkap dua pelaku utama yang mengendalikan produksi barang haram tersebut. Kepala BNN, Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, dalam rilis resminya pada Sabtu kemarin mengungkapkan betapa profitablenya bisnis ilegal yang dijalankan para pelaku ini.
"Kegiatan tersebut sudah beroperasi selama enam bulan dan kita tangkap dua orang pelakunya berinisial IM dan DF. Keuntungan selama enam bulan sebesar Rp1 miliar," ujar Komjen Pol Suyudi Ario Seto.
Angka fantastis ini didapatkan dari produksi sabu yang dilakukan secara mandiri di dalam unit apartemen lantai 20 tersebut.
Para pelaku tergolong licin dalam menjalankan aksinya. Mereka memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produknya, menyasar konsumen yang akrab dengan media sosial. Tidak ada transaksi tatap muka langsung yang mencolok, melainkan menggunakan metode yang populer di kalangan pengedar saat ini.
"Pemasaran yang dilakukan oleh kelompok ini dengan menggunakan sarana ponsel, kemudian mereka janjian di satu tempat barang ditaruh serta mengawasi dari jauh. Kemudian oleh si pembeli di bawa, tapi ada juga yang langsung diserahkan seperti itu," jelas Suyudi mengenai modus operandi mereka.
Baca Juga: Teror Misterius di BSD, Mobil Parkir Jadi Sasaran Penembak Jitu Airsoft Gun
Dalam sindikat mini ini, kedua pelaku memiliki peran spesifik. IM, yang ternyata seorang residivis kasus serupa, bertindak sebagai 'koki' atau juru masak sabu. Ia belajar meracik barang haram tersebut dari seseorang berinisial JN yang kini menjadi buruan BNN. Sementara DF berperan sebagai tenaga pemasaran.
Keahlian IM dalam mengolah bahan baku cukup mengkhawatirkan. Mereka tidak mengimpor bahan jadi, melainkan mengekstraknya dari obat-obatan legal yang mudah didapat.
Pelaku diketahui mengekstrak 15.000 butir pil obat asma untuk menghasilkan 1 kilogram ephedrine murni, bahan utama pembuat sabu.
Dalam penggerebekan Jumat (17/10) lalu, BNN menyita barang bukti sabu dalam bentuk cair dan padat seberat satu kilogram.[Antara].
Berita Terkait
-
Teror Misterius di BSD, Mobil Parkir Jadi Sasaran Penembak Jitu Airsoft Gun
-
Persita Menggila! Bantai PSIM 4-0, Raih Kemenangan Ke-5 Beruntun
-
9 Tersangka Penyekapan Tangsel Ditangkap: Benarkah Oknum Polisi Terlibat?
-
Kejari Tangkap 'Otak' Kerugian 8 Miliar Angkasa Pura Kargo
-
Program Jaksa Garda Desa Dorong Pemerataan Ekonomi Lewat Koperasi Merah Putih di Tangerang
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Akses Keuangan bagi 33,8 Juta Debitur
-
Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan
-
Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda
-
Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel