Uniknya, sumbangan yang terkumpul bukanlah dalam bentuk uang tunai, melainkan material bangunan langsung.
"Banyak yang menyumbang, baik itu Semen, maupun pasir," jelas Dalo.
Hal ini menunjukkan tingkat kepercayaan dan partisipasi warga yang sangat tinggi, di mana setiap orang berkontribusi sesuai kemampuannya untuk tujuan bersama.
4. Diinisiasi Lewat "Paguyuban Pemuda"
Gerakan ini bukanlah aksi sporadis tanpa koordinasi. Sadar perlunya organisasi, Dalo dan rekan-rekannya secara resmi membentuk wadah bernama Paguyuban Pemuda Kampung Sibilik.
Paguyuban inilah yang kemudian menjadi motor penggerak untuk menyusun rencana, menggalang dukungan, dan melaksanakan perbaikan jalan secara terstruktur.
Ini membuktikan bahwa aksi mereka terencana dan dipikirkan dengan matang.
Tag
Berita Terkait
-
Jalan Rusak Puluhan Tahun, Pemuda Kampung Sibilik Gotong Royong Modal Sumbangan Semen dan Pasir
-
Serang Mencekam! Usai Bakar Pos Polisi, Massa Bentrok dengan Aparat di Gerbang Mapolresta
-
4 Fakta Menarik di Balik Aksi Anarkis yang Lumpuhkan Kota Serang Banten
-
Oknum Polisi Lempar Helm ke Pelajar Hingga Kritis, Propam Polda Banten Minta Maaf
-
Laga Dewa United vs Persija Tanpa Penonton, Polda Banten Siagakan Ratusan Personel untuk Penyekatan
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
Terkini
-
6 Fakta Miris Penyerangan Basecamp Viking Kragilan Serang
-
Biang Kerok Polusi Udara di Tangerang
-
Viral Penyerangan Basecamp Viking Kragilan Serang, 2 Orang Luka dan Balita Terinjak
-
Waspada! Kenaikan Kasus ISPA Tangerang Mengancam Anak Usia 0-5 Tahun, Ini Penyebabnya
-
Pengusaha Perempuan di Banten Didorong Optimalkan AI dan Digitalisasi Produk