SuaraBanten.id - Misteri yang menyelimuti penemuan mayat wanita di dalam sebuah drum plastik di Sungai Cisadane, Tangerang, perlahan mulai coba diungkap pihak kepolisian.
Polres Metro Tangerang Kota secara resmi merilis ciri-ciri lengkap mayat wanita dalam drum dengan harapan identitasnya dapat segera terungkap dan membuka tabir kasus yang diduga kuat merupakan pembunuhan berencana ini.
Penemuan mayat wanita dalam drum itu menggegerkan warga sekitar Kampung Babakan RT 07 RW 03, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, terjadi pada hari Minggu, 27 Juli 2025, sekitar pukul 11.30 WIB.
Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dimasukkan ke dalam sebuah tong plastik berwarna biru yang mengapung di sungai. Pihak kepolisian telah mengonfirmasi adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Untuk mempercepat proses identifikasi, Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota menyebarkan informasi detail mengenai ciri fisik korban melalui akun media sosial resminya.
Langkah ini diambil agar masyarakat yang mungkin merasa kehilangan anggota keluarga atau mengenali ciri-ciri tersebut dapat segera melapor.
"Ditemukan mayat perempuan anonim pada hari Minggu tanggal 27 Juli 2025, sekira jam 11.30 WIB di dalam tong plastik warna biru di sungai Cisadane kampung Babakan Rt 07 Rw 03, Kel. Babakan, Kec. Tangerang, Kota Tangerang," tulis keterangan dalam unggahan resmi Polres Metro Tangerang Kota.
Berikut adalah rincian ciri-ciri korban mayat wanita dalam drum yang telah dirilis oleh pihak kepolisian:
- Jenis Kelamin: Perempuan
- Usia: Diperkirakan antara 25 sampai 30 tahun.
- Tinggi Badan: Sekitar 160 cm.
- Warna Kulit: Putih.
- Rambut: Hitam, lurus, dengan panjang sepunggung.
- Tanda Khusus: Memiliki tiga tahi lalat di area wajah, yaitu di hidung, di atas bibir, dan di pipi sebelah kanan.
- Gigi: Memakai kawat gigi atau behel di bagian atas dan bawah.
Saat ditemukan, korban mengenakan pakaian rangkap. Ia memakai baju daster berwarna hitam dengan motif garis-garis merah, serta kaos berwarna hitam dengan tulisan "ASVEKFAMIGLIA" di bagian depan.
Baca Juga: Mayat Wanita Dalam Drum Ditemukan di Sungai Cisadane, Polisi Konfirmasi Ada Kekerasan
Tulisan pada kaos ini menjadi salah satu petunjuk unik yang diharapkan dapat membantu proses identifikasi.
Selain itu, di dalam drum tersebut polisi juga menemukan barang lain berupa sprei berwarna cokelat.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus ini ditangani secara serius sebagai dugaan tindak pidana.
Adanya tanda kekerasan pada tubuh korban mengindikasikan bahwa perempuan tersebut tidak meninggal secara wajar, melainkan menjadi korban kejahatan sebelum jasadnya dimasukkan ke dalam drum dan dibuang ke sungai.
Tim forensik tengah melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban serta mengungkap bentuk kekerasan yang dialaminya.
Polres Metro Tangerang Kota mengimbau kepada seluruh masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau mengenali ciri-ciri spesifik tersebut untuk tidak ragu melapor.
Berita Terkait
-
Mayat Wanita Dalam Drum Ditemukan di Sungai Cisadane, Polisi Konfirmasi Ada Kekerasan
-
Identitas Mayat Pria di Sungai Cisadane Terungkap, Keluarga Kenali Korban dari Bekas Luka
-
Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Sungai Cidsadane Gegerkan Warga
-
Festival Peh Cun di Sungai Cisadane Tangerang, Merawat Tradisi, Merajut Harmoni
-
Anak Sungai Cisadane di Teluknaga Tangerang Dipenuhi Sampah
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Bawa Mobil Pakai Infus, Kepala DPMPTSP Pandeglang Tabrak Kerumunan Siswa SD: 1 Meninggal, 1 Kritis
-
Tok! Bayar Pajak Kendaraan di Banten Kini Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Berlaku 1 Mei31 Desember 2026
-
Buntut Tragedi Bekasi Timur, Tangerang Bakal Evaluasi Total Perlintasan Kereta Tanpa Palang Pintu
-
Kejar Target Rp150 Triliun, Pemprov Banten 'Obral' Potensi Investasi di Lebak dan Pandeglang
-
Tempuh 50 Km Pakai Motor, Nana Rela Libur Narik Bus Demi Temani Putri Tercinta Ujian