"Titik terendah saya saat dulu melamar ke proyek diketawain. Orang lulusan Aliyah (Madrasah Aliyah-red) ngelamar proyek, mau khotbahin besi tah. Kemudian ia sempat bekerja di Pom Bensin," kata pria yang akrab disapa Munir menceritakan masa lalunya.
Beranjak pada 1996, Munirudin kala itu dinyatakan lulus sebagai sarjana pendidikan dari Institut Agama Islam Banten (IAIB).
"Dulu saya maunya masuk ke IAIN, tapi karena dulu belum ada jurusan tarbiyah saya akhirnya masuk ke IAIB yang ada jurusan tarbiyahnya," urai anak kelima dari 10 bersaudara itu.
Setelah lulus, ia pun merasakan titik terendah kedua ketika sudah lulus kuliah namun belum mendapatkan SK PNS namun kala itu sudah menikah dan mempunyai anak.
"Dengan penghasilan yang tak seberapa. Di sanalah kita tahu sendiri honorer gaji nya tidak pasti. Dan Waktu itu saya dapat sebulan Rp90 ribu, padahal kenek aja semalam kadang-kadang dapat Rp50 ribu," tuturnya.
Syukurnya berselang satu tahun, tepatnya 1998 ia kemudian mendapatkan SK BKNS yang kala itu ditempatkan di MIN Langon yang kini menjadi MIN 1 Kota Cilegon. Ia mengajar di sekolah tersebut selama dua tahun, kemudian pindah ke MAN Pulomerak yang kini bernama MAN 2 Kota Cilegon.
"Di MAN Pulomerak itu alhamdulillah saya mengabdi 20 tahun. Karena dari tahun 2000 sampai tahun 2020, saya jadi guru dan jadi Wakil Kepala dan menjadi Kepala Madrasah itu mulai 2014 hingga 2020," tutur warga Kecamatan Gerogol itu.
Selama menjadi Kepala MAN 2 Kota Cilegon, Munirudin juga berhasil membuat madrasah yang terbilang biasa saja menjadi madrasah yang berprestasi. Saat memimpin, dirinya mengadakan berbagai program yang mengarah pada menghadirkan Allah dalam kehidupan.
"Anak-anak setiap pagi sebelum masuk tadarus bersama, lalu Salat Dhuha dan puasa Senin Kamis. Dengan sederet kegiatan itu ada hasil yang mencengangkan salah satunya Herawati anak seorang tukang becak bisa masuk ke ITB melalui jalur tes," ungkapnya.
Baca Juga: Hari Mambaca Nyaring, Fajar Hadi Prabowo Singgung Pentingnya Literasi
"Prestasinya juga luar biasa, dia mendapatkan nilai cumlaud terus, hingga diajak tampil ke televisi acara Hitam Putih yang dulu dipandu Deddy Corbuzier. Dari situ anak-anak MAN 2 Cilegon mulai banyak berprestasi dan masuk ke perguruan tinggi bagus di indonesia," imbuhnya.
Munirudin juga menceritakan di masa kepemimpinannya MAN 2 Cilegon kini memiliki asrama bagi siswa penghafal Al-Quran. Usai terbilang sukses memimpin MAN 2 Cilegon, ia kemudian mendapat tugas di Kemenag Kota Cilegon.
Pada 2020, kemudian Munirudin mendapat amanah sebagai Kepala Saksi atau Kasi Pendidikan Madrasah di Kemenag Kota Cilegon. Kemudian, barus sekira dua bukan dirinya mendapat tugas sebagai Kasubag TU alias orang nomor dua di Kemenag Kota Cilegon.
Lebih lanjut, Munirudin menyarankan semua yang tengah berproses untuk jangan pernah merasa lelah untuk berjuang dan libatkan Allah dimana pun kita berada.
"Kita terus berdoa untuk diberikan takdir terbaik oleh Allah SWT. Hal yang membuat tenang dan jiwa kita maka libatkan Allah dalam kehidupan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Hari Mambaca Nyaring, Fajar Hadi Prabowo Singgung Pentingnya Literasi
-
Usulkan Perda Penataan Kabel Listrik dan Telkom, Rahmatulloh Singgung Visi Robinsar-Fajar
-
Warga Keluhkan Kerusakan JLS Cilegon: Benernya Pas Mau Lebaran, Abis Itu Ancur Lagi
-
Program 100 Hari Robinsar-Fajar, Fokus Pada Enam Sektor Prioritas Ini
-
Sejumlah Lahan Pasar di Cilegon Belum Kantongi Sertifikat, Salah Satunya Pasar Kranggot
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Serbuan Wartawan Bikin Anak Walikota Serang Malu dan Sembunyi Saat Diantar Sekolah
-
Bikin Haru, Cerita Ayah di Serang Ini Rela Bangun Subuh Demi Antar Anak Hari Pertama SD
-
Bingung Cari Uang Nikah, Pemuda 25 Tahun Nekat Tusuk Leher Ojol yang Sedang Tidur di Tangerang
-
Krisis Murid Berujung Merger 3 SDN di Kota Serang: Rombel Dipangkas, 3 Guru Terdepak
-
Imbas Sistem Zonasi dan Krisis Anak Usia Sekolah, 3 SD Negeri di Kota Serang Terpaksa Dimerger