SuaraBanten.id - Ombudsman RI Perwakilan Banten turut menyoroti dugaan praktik jual-beli 2.787 kursi kosong pasca pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB SMA di Banten.
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Banten Fadli Afriadi mengatakan, secara keseluruhan terdapat 2.787 kursi kosong dari hasil pengumuman PPDB SMA tahap satu. Jumlah tersebut secara rinci afirmasi 974 kursi kosong, zonasi 382 kursi kosong, perpindahan 1.431 kursi kosong.
Kata Fadli Afriadi, jika mengacu berdasarkan petunjuk teknis (Juknis) dari Kementerian Pendidikan sebanyal 2.787 kursi kosong tersebut seharusnya dialokasi ke jalur prestasi.
"Kalau juknisnya itu dialokasikan untuk jalur prestasi yang diumumkan hari ini kita juga ingin melihat nanti hasilnya apakah di alokasi ke prestasi atau tidak," katanya dikutip dari ANTARA.
Menurutnya, setelah hasil pengumuman jalur prestasi tetap akan menyisakan kursi kosong. Dan kursi kosong tersebut akan kembali bertambah setelah dilakukannya daftar ulang.
"Saat jalur prestasi diumumkan juga bisa jadi tidak penuh. Setelah daftar ulang juga bisa jadi jumlah kursi kosong akan meningkat," paparnya.
Karenanya, hal tersebut perlu menjadi perhatian bersama bagaimana memastikan sekolah yang sudah lebih kapasitas dapat menerima sesuai dengan ketentuan dan memastikan semua anak usia sekolah di Banten dapat melanjutkan pendidikan.
"Ini juga yang menjadi fokus pengawasan kami ada kursi kosong yang diperjualbelikan, pemerintah juga tetap harus memberikan informasi bahwa beberapa sekolah SMA di Banten masih kosong," pungkasnya.
Kontributor : Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
673 KK Terdampak Banjir di Tangerang Selatan, Tanah Longsor Terjadi di Keranggan
-
Penampakan Banjir Rendam Perkampungan di Rangkasbitung Akibat Hujan Deras dan Angin Kencang
-
Hujan Lebat Kembali Mengancam Lebak, BPBD Ingatkan Potensi Banjir dan Longsor
-
Puluhan Warga Tertipu Tanah Syariah Bodong di Serang, Total Kerugian Capai Rp5,9 Miliar
-
Perampok di Lebak Satroni Warung Madura, Pelaku Gondol Puluhan Rokok dan Uang Jutaan Rupiah
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
Momen Bukber Langka di Rutan Serang, Ratusan Tahanan Nikmati Waktu Bersama Keluarga Tercinta
-
Polda Banten Luruskan Status Tukang Ojek di Pandeglang: Belum Tersangka, Masih Penyelidikan
-
Lawan Balik! Jadi Tersangka Kecelakaan Maut, Tukang Opang di Pandeglang Gugat Gubernur dan Bupati
-
Biaya Service AC Mobil Membengkak? Bisa Jadi Karena Oli & Dryer Terlambat Diganti
-
Tukang Ojek di Pandeglang Jadi Tersangka Usai Penumpang Tewas Akibat Jalan Berlubang