Hairul Alwan
Kamis, 06 Juni 2024 | 20:43 WIB
Ilustrasi bendera Muhammadiyah. [muhammadiyah.or.id]

SuaraBanten.id - Pengalihan dana PP Muhammadiyah dari Bank Syariah Indonesia (BSI) diprediksi bisa berdampak luas. Salah satu dampak yang terjadi yakni umat Muhammadiyah berpotensi menarik tabungan mereka dari BSI.

Hal tersebut diungkapkan Pengamat Ekonomi Syariah dari Universitas Airlangga Imron Mawardi. Menurutnya, kondisi tersebut bergantung pada manajemen BSI apakah sejauh ini memberikan pelayanan yang terbaik bagi nasabahnya.

"Kalau potensi ya, bisa saja ya. Tapi ya, apa namanya, karena itu juga sangat tergantung pada bagaimana kan teman-teman di BSI itu bisa, apa namanya, membangun hubungan dengan para pengusaha," katanya dikutip SuaraBanten.id dari Suara.com, Kamis (6/6/2024).

Meski demikian, Imron memastikan penarikan besaran-besaran merupakan risiko dari perbankan itu sendirinya. Kata dia, ada risiko yang memang nasabah ke depan akan berpindah, misalnya dari bank syariah ke bank konvesional.

"Karena kan banyak nasabah di Bank Syariah itu sebenarnya kan istilahnya namanya swing customer. Customer yang mereka itu datang ke Bank Syariah itu karena faktor kelebihannya dan sebagainya. Sehingga dia juga bisa saja berpindah ke Bank konvensional," jelas dia.

Kemudian, Imron juga menilai ada risiko bahwa nasabah memilih pindah ke bank syariah lain, karena tingkat pengembalian atau bunganya lebih tinggi dibanding di BSI, Menurut dia, hal-hal seperti harusnya juga diperhatikan dan diantisipasi oleh BSI.

"Sehingga kalau pun toh di sini ada risiko, saya tentu ini adalah risiko yang sebenarnya juga sudah bisa diantisipasi. Kita lihat misalnya begini, sekarang kan kalau kita lihat BSI itu kita memiliki FDR ya, itu kan sekitar 80%. Artinya berarti dari dana pihak ketiga itu kan sekitar 20% itu kan dicadangkan," ucap dia.

Seperti dilansir Antara, Kamis (6/6/2024), Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal Anwar Abbas menyebut selama ini dana organisasi mayoritas berada di BSI, sedangkan dana di Bank Syariah lain masih minim.

Hal ini menimbulkan risiko konsentrasi, sehingga diputuskan untuk dialihkan seluruh dana dari BSI.

Baca Juga: Al Muktabar Pastikan Pemilu di Banten Aman dan Lancar

"Sehingga bank-bank syariah lain tersebut tidak bisa berkompetisi dengan margin yang ditawarkan oleh BSI, baik dalam hal yang berhubungan dengan penempatan dana maupun pembiayaan. Bila hal ini terus berlangsung, maka tentu persaingan di antara perbankan syariah yang ada tidak akan sehat dan itu tentu jelas tidak kita inginkan," ujar Anwar

Adapun, PP Muhammadiyah akan mengalihkan dana di BSI ke Bank Bukopin Syariah, Bank Mega Syariah, Bank Muamalat, dan bank-bank syariah daerah.

Load More