SuaraBanten.id - Sebanyak 63 ekor kambing asal Sumatera terpaksa dipulangkan saat tiba di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten lantaran tidak memiliki dokumen veteriner dari Balai Karantina Bakauheni.
Kepala Satuan Pelayanan Merak Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Provinsi Banten drh Melani Wahyu Adiningsih mengatakan, pihaknya terpaksa memutar balik dua mobil yang mengangkut kambing dari Sumatera karena tak mampu menunjukkan sertifikat yang jadi syarat masuk hewan antar daerah.
"Tadi kita berhasil menggagalkan dua mobil yang Disebrangkan dari Lampung ke sini (Banten) tapi ga dilengkapi dengan dokumen, dan itu kita lakukan penolakan," kata Melani kepada wartawan, Rabu (5/6/2024).
"Satu mobil membawa 20 ekor kambing, dan satu mobil membawa 43 ekor kambing. Jadi semuanya sebanyak 63 ekor kambing," imbuhnya.
Menurut Melani, para pengusaha hewan kurban yang akan masuk wilayah Jawa akan diizinkan melintas bila mengantongi sertifikat veteriner dari balai karantina daerah asal masing-masing.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 11 Tahun 2020 tentang Sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV), sertifikat veteriner merupakan bukti tertulis yang sah telah dipenuhinya persyaratan higienis dan sanitasi jaminan keamanan produk hewan pada unit usaha produk hewan.
"Dia boleh menyebrang lagi nanti kalau sudah dilengkapi dengan dokumen yang disyaratkan dan dilaporkan di balai karantina daerah asal," kata Melani.
Ia mengaku, saat ini pihaknya tengah memperketat pengawasan hewan kurban dari Pulau Sumatera yang akan masuk ke Pulau Jawa ataupun arah sebaliknya menjelang bergulirnya Idul Adha 2024.
Pasalnya, lanjut Melani, intensitas hewan kurban yang masuk ke Pulau Jawa tengah mengalami peningkatan cukup signifikan karena tingginya kebutuhan akan hewan kurban di momen Idul Adha 2024 mendatang.
Baca Juga: Wali Kota Cilegon Siap Jalankan Arahan Presiden, Tekankan Kreasi dan Inovasi untuk Kemajuan Kota
"Pengawasan semakin ditingkatkan untuk antisipasi lalu lintas hewan. Tadi dilihat udah hampir 100 persen meningkatnya untuk sapi, dari 10.000 ekor jadi 19.000 ekor," terangnya.
"Untuk pemeriksaan kesehatan hewan itu lebih fokus di pintu keluar, kalau dari Jawa ya di sini (Merak) paling utama. Begitu datang itu harus dilengkapi dokumen yang disyaratkan (sertifikat veteriner)," imbuh Melani.
Kontributor : Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
Dua Kerbau Warga Lebak Hilang Dicuri Maling, Pelaku Beraksi Dini Hari
-
Gipang dan Ceplis Jadi Jajanan Primadona Indonesia City Expo 2024
-
Wali Kota Cilegon Siap Jalankan Arahan Presiden, Tekankan Kreasi dan Inovasi untuk Kemajuan Kota
-
Dipimpin Helldy Aguatian, Kota Cilegon Masuk Tiga Besar Fiskal Kuat
-
3 Tersangka Pembacokan Remaja di Jalan Kembar Cilegon Diamankan Polisi
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Belum Memiliki Penasihat Hukum, Sidang Perdana Terdakwa Pembunuhan Anak Politisi Cilegon Ditunda
-
Jaksa Agung Lantik Puluhan Kajati dan Pejabat Eselon II, Ini Daftar Lengkap Posisi Barunya
-
Pelajar Tertabrak Commuter Line, Perjalanan KA Lintas Rangkasbitung Sempat Terganggu
-
Eks Dirut BJB Kirim Surat Sakit, KPK Janji Jadwal Ulang Upaya Paksa Penahanan
-
Hashim Djojohadikusumo Ungkap Hal Mengejutkan Soal Prabowo di Pelantikan INTI