Nuraen menduga, pelaporan yang dilakukan pihak keluarga pencuri dikarenakan tidak terpenuhinya uang santunan yang diminta kepada keluarga Muhyani sebesar Rp50 juta. Meski permintaan di awal yang meminta uang santunan seiklasnya sudah coba dipenuhi.
"Mereka sempat minta uang santunan, awalnya minta semampunya. Udah dibawain waktu itu Rp1 juta, tapi ditolak," ungkapnya.
Keluarga korban malah meminta Rp50 juta yang dianggap sebanding dengan hilangnya nyawa pria yang diduga hendak maling kambing itu.
"Mereka bilang kalau segini ya ga sebanding sama nyawa, katanya kalau Rp50 juta baru diterima. Padahal kan gara-gara kelakuan anaknya," ujarnya.
"Terus orang tuanya bilang harusnya jangan dibunuh, disuruh dibacok aja kakinya. Tapi kaya saya ya ga bisa milih kalau posisi kayak gitu, yang ada Pak Muhyani yang bisa terbunuh," tandasnya.
Sementara itu, istri Muhyani, Rosehah (49) tak kuasa membendung tangis lantaran menganggap suaminya tak bersalah meski membuat seorang meninggal dunia.
Menurutnya, hal itu dilakukan sang suami secara spontan karena merasa nyawanya terancam oleh si pencuri yang terpergok hendak mencuri kambing sambil membawa sebilah golok.
"Soalnya bapak itu orangnya ga gimana-gimana, waktu itu juga ga niat membunuh, cuma membela diri," ucap Rosehah sambil menangis, Selasa (12/12/2023).
Untuk itu, Rosehah pun meminta adanya keadilan bagi sang suami yang saat ini telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Rutan Serang untuk dibebaskan karena tak bersalah melakukan pembunuhan tak sengaja terhadap seorang pencuri.
Baca Juga: 890 APK Parpol di Serang Langgar Aturan, Dipasang di Pohon Hingga Fasilitas Pendidikan
Bahkan, diakui Rosehah, penahanan terhadap sang suami membuat dirinya saat ini kebingungan untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari.
"Minta keadilan, bapak (Muhyani) suruh dibebasin, soalnya dia tulang punggung keluarga. Kalau mau makan juga harus cari dulu. Sedih (suami ditahan), gimana nasib keluarga saya. Minta tolong dibebasin aja," ungkapnya.
Kontributor : Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
Diduga Tercemar, Sungai Ciujung Berubah Hitam dan Berbau
-
Bosch Bongkar Penyebab Dewa United Dibungkam Pelita Jaya di Game 2 Semifinal IBL 2026
-
Statistik Gila Perrin Buford: 28 Poin, 12 Rebound, 12 Assist saat Pelita Jaya Hajar Dewa United
-
Maut di Jembatan Bitung: Tokoh Pramuka Banten Tewas Ditabrak Lari Truk, Polisi Buru Pelaku
-
Deretan Ulah Oknum TNI Disorot! Desakan Kembalikan Militer ke Fungsi Pertahanan Menguat
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Langgar 3 Ranah Hukum Sekaligus, Kementerian LH Gugat Produsen Oli Bekas di Tangerang
-
Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Ibu Rumah Tangga Jadi Pengedar, Ambil 3.453 Paket Sabu di Tong Sampah Minimarket Bojonegara
-
Sungai Ciujung Menghitam dan Berbau Menyengat, Warga Serang: Mau Tidur Saja Enggak Nyaman