SuaraBanten.id - Video yang memperlihatkan seorang anak kecil yang mengaku memakan upil kepada sang bunda baru-baru ini viral di media sosial. Dalam video viral tersebut anak yang diketahui bernama Nika tampak memberi alasan kenapa dirinya memakan upil miliknya.
Dalam video yang diunggah akun TikTok @moci_ai, Nika menjelaskan alasannya memakan upil memakai bahasa Inggris. Ia mengaku bingung harus membuang upilnya ke mana hingga ia berfikir jika tidak ada cara lain selain dimakan.
"Nika kenapa kamu setiap kali upil dimakan?," tanya Ibu Nika dalam video yang viral di TikTok tersebut.
"Karena Nika ngupil, Nika mau meper di suatu tempat, tapi gak tau mau meper di mana. Nika gak bisa, tiap hari Nika ngupil, mau keluarin upilnya tapi upilnya ada terus menerus," kata Nika dalam video tersebut.
"Aku mau meper di lantai tapi itu bukan ide bagus karena itu jorok dan, Mami dan Daddy gak suka," ungkap Nika menjelaskan.
Nika pun mengaku dirinya terfikir untuk menaruh upil di tembok, namun ia juga mengurungkannya lantaran hal tersebut termasuk jorok.
"Dan aku punya ide lain, meper di tembok tapi itu jorok juga. Dan aku mau meper dibawah meja tapi itu tidak bagus. Dan ketika aku di mobil, aku selalu ngupil dan lagi gak tau mau meper di mana," papar Nika melanjutkan penjelasannya.
Saat ditanya oleh ibunya apa yang dipikirkannya terakhir, dengan polosnya ia menjawab jika tidak ada cara lain selain memasukkannya ke dalam mulutnya.
"Dan ide terakhirku yang ada dipikiran aku adalah aku gak tau mau meper dimana, ini ide terakhir aku, gak ada ide lain lagi hanya masukin ke mulut aku. Itu adalah benar-benar ide terakhirku," jawab Nika.
"Tunggu Mamy boleh kasih input gak, satu-satunya, jangan ngupil ditempat umum, kalau mau ngupil ditoilet," ucap Ibu Nika.
Video unggahan tersebut mendapat komentar beragam dari netizen, dari yang memberikan saran agar dibawakan tisu hingga salah fokus dengan lancarnya Nika dalam berbicara bahasa Inggris.
"bawain tisuee bun nikanya..ajarin ke nika taruh upilnya di tissue," kata akun @Le****na. "Iy mami pesan lap di tissue'ank ku jg ku ajarin upil pake kelingking n lap di tisue," imbuh @us****81.
"Kasiaaan udah ngupil tapi besoknya ada lagi ya haha… panjang pertimbangannya ya sblm akhirnya dimakan.. pinter dia, cuma solusinya blum pas (emot tersenyum)," kata @22****ns.
"bisa lancar bingris gtu gmna cara ngajarnya mom," timpal @fi****uy. "rasa upil gmn nika?," ungkap @np****h?.
Kontributor : Mira puspito
Berita Terkait
-
Dituding Gelapkan Rp5,7 Miliar, Influencer Malaysia Aisar Khaled Buka Suara
-
YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!
-
Diduga Terlihat di Dekat Anak Krakatau, Kapal Arupadhatu 1 Ternyata Nihil
-
Komdigi Rilis 22 Daftar Platform Digital Berisiko Tinggi bagi Anak, Orangtua Perlu Waspada
-
Hari ke-8 Pencarian Rombongan Jurnalis: Kabut Tebal, Ombak 2,5 Meter dan Bahaya Erupsi Krakatau
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
Terkini
-
Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil
-
Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau: SAR Sisir Laut hingga Bengkulu dan Enggano
-
Alarm Kekeringan Menyala di Tangerang, Dua Kecamatan Masuk Status Awas
-
Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September
-
Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang