SuaraBanten.id - Untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarga, tentunya setiap orang akan mencari pekerjaan meski harus menguras tenaga dan pikiran. Bahkan pekerjaan berat sekalipun, tetap dilakoni bagi sebagian orang demi mendapatkan penghasilan.
Seperti kisah viral bapak-bapak berikut ini. Kisah bapak berumur 52 tahun penjual ember dan keranjang keliling namun sering tak laku bahkan rela minum air masjid karena sangat haus dan tidak punya uang.
Dalam viral video yang diunggah akun Instagram @Insta_julid tampak seorang pria yang memakai kaos hitam menghentikan langkah seorang bapak yang sedang berjalan untuk menjajakan dagangannya. Pria itu bertanya beberapa hal pada bapak tersebut yang diketahui bernama pak Suhaimi.
Pak Suhaimi pun menceritakan jika dagangan tersebut setoran milik orang dan hanya mengambil untung Rp1000-4000 dari setiap dagangannya.
"Perbiji begini bapak untung berapa?," Tanya pria berbaju hitam
"1 biji lumayan si alhamdulilah, Rp 3000-4000 mah dapet, paling minimnya Rp1000 lah," jawab pak Suhaimi
Saat pria tersebut mengatakan ingin membeli dagangannya, pak Suhaimi terlihat sangat bahagia. Namun saat ditanya terjual berapa setiap harinya, sambil menangis dia mengaku sering tidak laku dan saking tidak memiliki uang pak Suhaimi hanya minum air masjid untuk menghilangkan dahaga.
"Ini kadang-kadang 1, kadang-kadang enggak. Kalo ngingetin itu, karna pengalaman saking gk lakunya saya mau minum, saking hausnya minum air masjid. Saking gk lakunya, gak punya uang gitu" ungkap pak Suhaimin
Unggah tersebut pun banyak menuai komentar beragam. Banyak netizen simpati dengan apa yang diceritakan penjual ember itu, Tak sedikit juga yang mendoakan kebaikan untuk bapak Suhaimi tersebut.
Baca Juga: Viral Angkot Gunakan Pengharum Ruangan Berbagai Aroma, Warganet: Langsung Ngefly
"(emot sedih) ya Allah semoga ada yg beli dan di permudah kn rezeki BPK ini (emot tangan menengadah)," kata @ar***83_
"Paling nggak kuat liat ginian (emot menangis) semoga para pejuang keluarga diberkahi dan dilancarkan rezekinya oleh Allah" Ungkap @ azz****maa
"(emot menangis) GAK BISA BERKATA apa2 nyesek bgt pak,,jika suatu saat nt aku bertemu beliau insha allah aku beli dagangan nya walaupun g=tdk semuanya,,semoga allah bukakan pintu rezeki utk bapak aamiin (emot tangan berdoa) (emot menangis)," imbuh akun @ma****kap.
Kontributor : Mira puspito
Berita Terkait
-
Lagi Viral, Rescene Sukses Raih Trofi Pertama Music Show Usai 2 Tahun Debut
-
Hukum dan Fenomena No Viral No Justice: Kritik atas Kasus KSBE
-
Pihak Don Ritto Klaim Uang Sitaan di Cafe de'Clan untuk Bangun Pelabuhan, Bukan Terkait Korupsi
-
Rupiah Bergejolak, Pemerintah Bakal Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal
-
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Punya Jaringan Bisnis untuk Pencucian Uang
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Serbuan Wartawan Bikin Anak Walikota Serang Malu dan Sembunyi Saat Diantar Sekolah
-
Bikin Haru, Cerita Ayah di Serang Ini Rela Bangun Subuh Demi Antar Anak Hari Pertama SD
-
Bingung Cari Uang Nikah, Pemuda 25 Tahun Nekat Tusuk Leher Ojol yang Sedang Tidur di Tangerang
-
Krisis Murid Berujung Merger 3 SDN di Kota Serang: Rombel Dipangkas, 3 Guru Terdepak
-
Imbas Sistem Zonasi dan Krisis Anak Usia Sekolah, 3 SD Negeri di Kota Serang Terpaksa Dimerger