SuaraBanten.id - Sebuah video berisi seorang wanita protes acara dangdutan di pernikahan tetangganya terlalu keras. Dalam video viral yang beredar, wanita tersebut mengaku tidak nyaman dengan volume musik dangdut dalam acara pernikahan tetangga dan sangat terganggu.
Sang wanita dalam video bahkan menyebut hal itu sebuah kebiasaan buruk bertetangga di Indonesia. Ia juga membuktikan walau pintu sudah di tutup tetapi suara dangdutan masih terdengar ke dalam rumahnya.
Menurut wanita itu, sebenarnya tidak salah mengadakan pesta pernikahan dengan dangdutan. Namun, tidak semua orang berkenan mendengarkan musik dangdut dari acara pernikahan.
“Kedengeran gak gais? Kalau kalian kedengeran kalian kebayang gak di sini seberapa kencang (besar) suaranya?,” ujar wanita dalam video.
Dalam video itu juga dituliskan ‘Kebiasaan buruk bertetangga di Indonesia, dangdutan nikahan’. Video itu diunggah oleh akun twitter @jowoshitpos dikutip dari Terkini.id (Jaringan Suara.com).
“Iya ngerti lagi hajatan, tapi tolong, iya ngerti lagi ada acara nikahan, iya ngerti lagi berbahagia,” ujar wanita tersebut.
“Sekalipun lu mau pesta di rumah it’s okey, tapi tolong jangan seberisik itu!,” tegas wanita tersebut melanjutkan.
Tidak diwartakan identitas dari wanita tersebut, namun nada kesal sang wanita merasa terganggu dengan volume dangdutan acara pernikahan tetangganya.
“Tapi tolong, gak semua orang mau dengerin acara hajatan lu! Apalagi orang yang tidak kenal dan tidak diundang ke acara lu!,” ujar sang wanita melanjutkan.
Video tersebut jadi sorotan usai diunggah akun @insta_julid yang menuliskan sindiran pada sang wanita yang nyinyir di karena suara musik dangdutan itu.
"mungkin mbaknya kesal karena ga diundang ya? lanjutannya @nyinyir_update_official," tulis kaun tersebut.
Video unggahan itu pun akhirnya di respon oleh banyak netizen yang ikut menyudutkan sang wanita dalam video. Banyak diantara mereka menyarankan wanita tersebut untuk tinggal di apartemen agar tidak mengalami hal seperti itu lagi.
"@ariyossi sok so ni cewe paling trdzolimi.. Namanya hidup bersosialisasi bertetangga hrs saling tolong menolong. Emang semua mampu hajatan di gedong?? Engga lahh..," tulis akun zahrarijal_aulia.
"Tinggal di apartemen aja mbak. Ga akan ada tetangga pasang tenda hajatan. Hidup jg Masing-masing. Ga akan saling komen.," fatmah_nurma
"Acara hajatan nya cuma sehari mbak, kamu mau bikin konten bisa setiap hari nanti mbak, di daerahku malah senang ada yg hajatan tetangga jd pada kumpul," _aisyahami
Berita Terkait
-
Viral Wanita Ngamuk Tuduh Bocah Laki-laki 4 Tahun Sentuh Bokongnya di China
-
Polisi Temukan Uang Rp1,9 M di Rumah Sika Ae Wanita di Video Viral Biksu Thailand
-
Purbaya Bantah Kantongi Rp 100 Miliar dari Jual Beli Jabatan Kemenkeu
-
Namanya Dicatut Jadi Caleg Demorkat, Sarah Sechan Geram: Jangan Coblos Aku Ya
-
Heboh Prajurit TNI Pukul Warga di Rangko hingga Babak Belur, Dandim Angkat Bicara
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Akses Keuangan bagi 33,8 Juta Debitur
-
Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan
-
Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda
-
Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel