SuaraBanten.id - Kepolisian Resor atau Polres Cilegon mengamankan 3 orang pengelola pantai terkait dugaan Pungutan Liar (Pungli) di area Pantai Mercusuar - Anyer, yang berada tepat di Jalan Raya Karang Bolong, Kampung Bojong, Desa Cikoneng, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (7/5/2022).
Berdasarkan penelusuran Suara.com, terdapat pengunjung pada pantai tersebut yang diberikan atau disodorkan tiket masuk motor seharga Rp 20 ribu dan kendaraan mobil seharga Rp 50 ribu. Dimana, hal itu diendus pihak kepolisian sebagai modus operandi pungutan liar.
Pasalnya, area Mercusuar - Anyer merupakan tempat umum yang dijadikan destinasi wisata pantai. Dalam pengelolaannya ditemukan sekelompok pemuda yang mengatasnamakan dirinya Karang Taruna Desa Bojong Kecamatan Anyer mematok harga tiket masuk kendaraan pengunjung, namun tidak memberikan karcis masuk kepada pengunjung.
Ironisnya, sekelompok pemuda itu mengaku hasil pungutannya akan digunakan untuk biaya kebersihan dan keperluan daripada menjaga kelestarian pantai.
Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Arief N Yusuf telah mengamankan 3 orang untuk melakukan klarifikasi atau permintaan keterangan terkait pungutan tiket masuk tanpa karcis di area Pantai Mercusuar - Anyer, Kabupaten Serang.
"Yang pertama inisial AS, MY, kemudian AA. Diantara mereka itu ada dari Karang Taruna kemudian ada dari Dinas Perhubungan Laut, kami sedang mintai keterangan," jelas AKP Arief N Yusuf kepada Suara.com, Sabtu (7/5/2022).
Ternyata dalam menegakkan aturan, lanjut Arief, terdapat dua aturan hukum. Pertama adalah Perda Nomor 8 Tahun 2018 Tentang Pajak Daerah, kemudian kedua Peraturan Bupati Serang Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Nomor 49 Tahun 2018 Tentang Penyelenggara Fasilitas Parkir di luar jalan milik Kabupaten Serang, Banten.
Saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah uang sebanyak Rp 1.560.000 dari hasil pungutan yang dilakukan ketiga orang tersebut di area Pantai Mercusuar, Anyer kepada pengunjung.
"Ini yang selalu menjadi dipertanyakan oleh pengunjung kenapa beda-beda atau variatif di setiap wisata pantai yang ada di Anyer," jelasnya.
Kemudian dalam menindaklanjutinya, pihak dari Karang Taruna bermohonkan meminta maaf atas ketidaktahuan. Namun, dari pihak Karang Taruna pun sudah melakukan permohonan bagaimana pengurusan daripada destinasi wisata khususnya di Mercusuar.
"Untuk tindak lanjut, kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Serang, yang kedua dengan Dinas DPKAD, dan Dinas Perhubungan di Kabupaten Serang," tuturnya.
"Semoga apa yang sudah kami lakukan itu di dukung penuh dan bagaimana Pemerintah Kabupaten dapat mengelola baik bersama pihak kepolisian memfasilitasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat," tutupnya.
Kontributor : Firasat Nikmatullah
Tag
Berita Terkait
-
Ular Masuk Dalam Celana Jeans dan Menggigit Celana Dalam Wisatawan, Momen Menegangkan Malah Jadi Tertawaan
-
Wisata kebun Teh di Puncak Bogor Ramai Dikunjungi Wisatawan
-
Penjual Makanan di Pantai Parangtritis Kelarisan Diserbu Wisatawan, Ngatini: H+3 Undur-undur Saya Habis Terjual
-
Modus Mobil Ambulans Bawa Wisatawan, Hingga Nekat Terobos One Way Puncak Bogor Bikin Geleng-geleng Kepala
-
Libur Lebaran 2022: 1,2 Juta Orang Diprediksi Kunjungi Wisata di Banten
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Paling Hits April 2026: Kualitas Premium, Harga Bersahabat
-
6 Fakta Pembunuhan Sopir Taksi Online di Serang: Pelaku Divonis Seumur Hidup
-
Awas! Galon 'Ganula' Usia 11 Tahun Masih Beredar, 92 Juta Warga RI Terancam Bahaya BPA
-
Minat Ternak Rendah, Stok Sapi Lokal Banten Hanya Mampu Penuhi 19 Persen Kebutuhan Kurban
-
Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa, Hakim Ganjar Pembunuh Sopir Taksi Online Penjara Seumur Hidup