Hairul Alwan
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam pelantikan pengurus DPD Demokrat DKI Jakarta dan Maluku di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (15/3/2022). [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]

SuaraBanten.id - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau yang akrab disapa AHY,  mengungkapkan banyak rakyat takut bicara di masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). 

Menurut AHY, rakyat saat ini sedang merindukan masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Saat era SBY Demokrat masih jadi partai penguasa.

“Rakyat merindukan masa-masa dulu ketika SBY memimpin dan Partai Demokrat menjadi the rulling party,” kata AHY di Hotel Sultan dikutip dari Terkini.id (Jaringan Suara.com).

Ia pun mengklaim rakyat merindukan program-program pro rakyat SBY. Rakyat merindukan kedamaian dalam kehidupan berbangsa, bernegara yang rukun, toleran, dan harmonis satu sama lain. 

Baca Juga: NasDem Buka Pintu Koalisi, Asal Demokrat Tak Jelek-Jelekin Pemerintah dan Bandingkan Jokowi dengan SBY

“Mereka merindukan kebebasan dan demokrasi yang tumbuh secara berkeadaban, dan mereka juga merindukan keadilan yang tegak dan tidak berpihak di negeri ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, AHY menyebut rakyat menghadapi berbagai permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Utamanya akibat naiknya harga-harga barang kebutuhan pokok. 

“Dan ini adalah rakyat yang sebenarnya, bukan buzzer, bukan rakyat yang dimobilisasi, artinya genuine, apa adanya tidak mungkin memodifikasi dan gesture tubuh dan akhirnya mereka meminta tolong partai Demokrat, kepada kita semua untuk terus memperjuangkan nasib dan masa depan mereka,” ujar AHY.

“Ekspresi rakyat ini benar-benar harus kita dengarkan, terasa betul energi rakyat mengharapkan adanya perubahan dan perbaikan,” ucap AHY.

Ia pun menyebut rakyat takut berbicara dan menyampaikan kritik pada masa sekarang. 

Baca Juga: 6 Julukan Presiden Indonesia, Mulai dari Soekarno hingga SBY!

“Banyak rakyat merasa takut bicara sekarang. Dari berbagai perjumpaan di lapangan, banyak yang menyampaikan, Mas, Mbak, kami takut bicara. Jangankan untuk menyampaikan kritik, untuk menyampaikan hal umum saja mereka ragu-ragu. Nah, tentunya ini tidak diharapkan,” kata AHY. 

Komentar