Menurut dia, warga membutuhkan makanan siap saji karena kesulitan masak akibat terendam lumpur.
"Dengan adanya bantuan dari JHL ini meringankan warga dan membantu kami," kata Kosasih.
Ia menuturkan, ada 400 warga yang menjadi korban dari banjir. Namun, mereka kini sudah bisa beraktifitas normal lantaran banjir sudah surut.
Namun, ia tak menampik banjir di kawasan yang tak jauh dari bibir pantai itu sudah berlangsung setiap hari.
"Cuman yang kemarin itu tinggi karena ujannya gak berhenti ya. Sehingga air meluap sampai ada warga yang kebanjiran 2 meter," terang Kosasih.
Ia berharap, warga bisa melakukan mitigasi bencana dengan cepat dan mengapresiasi niat JHL Group untuk membantu menyiapkan bantuan tenda dan perahu karet.
"Sehingga kami bisa membantu warga yang terjebak banjir dengan cepat," jelas dia.
Salah satu warga yang mendapat bantuan, Atika (35) mengatakan, bantuan yang diberikan mengurangi beban warga sekitar pasca banjir. Terlebih bantuan air bersih yang saat ini sangat dibutuhkan warga.
Lebih lanjut, Atika juga mengomentari pembangunan perkebunan vanili JHL Group bagi warga sekitar.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG 5 Maret 2022 Pandeglang-Lebak Banten
"Iya perekonomian warga kami menjadi meningkat dengan adanya pembangunan perkebunan vanilli itu. Keluarga saya juga banyak yang mendapat pekerjaan," kata Atika yang sudah puluhan tahun tinggal di kawasan itu.
Sementara itu, warga lainnya, Sahid (22) pun merasakan hal yang sama, ia mengaku dagangannya laku lantaran banyak pekerja proyek yang membeli makanan di tempatnya.
"Proyek perkebunan vanilli itu bermanfaat sekali terutama dalam meningkatkan hidup keluarga kami dan warga sekitar," katanya dengan wajah berseri.
Berita Terkait
-
Lewat Program TJSL, BRI Regional Yogyakarta Salurkan Ratusan Paket Sembako ke Gereja
-
7 Tips Menata Warung Sembako Sesuai Feng Shui agar Bawa Hoki dan Ramai Pembeli
-
Harga Material Naik, Bantuan Rumah Korban Banjir Sumatra Diusul Jadi Rp80 Juta
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Harga Sembako Terus Melambung, Yamaha Gear Ultima Jadi Solusi Pilihan Motor Irit dan Fungsional
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Serbuan Wartawan Bikin Anak Walikota Serang Malu dan Sembunyi Saat Diantar Sekolah
-
Bikin Haru, Cerita Ayah di Serang Ini Rela Bangun Subuh Demi Antar Anak Hari Pertama SD
-
Bingung Cari Uang Nikah, Pemuda 25 Tahun Nekat Tusuk Leher Ojol yang Sedang Tidur di Tangerang
-
Krisis Murid Berujung Merger 3 SDN di Kota Serang: Rombel Dipangkas, 3 Guru Terdepak
-
Imbas Sistem Zonasi dan Krisis Anak Usia Sekolah, 3 SD Negeri di Kota Serang Terpaksa Dimerger