SuaraBanten.id - Baru-baru ini publik dibuah heboh khususnya masyarakat Lebak Banten, dengan adanya kabar Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Lebak Dartim meminta uang kepada pengusaha.
Kasat Pol PP dan Damkar Lebak Dartim membantah bahwa dirinya telah mengirimkan pesan singkat dan meminta sejumlah uang pada pengusaha.
“Saya baru dapet info itu tadi, dan saya tegaskan bahwa itu bukan saya,” tegas Dartim kepada wartawan, mengutip dari Bantenhits -jaringan Suara.com.
Dartim mengungkapkan, hal seperti ini bukan kali pertama, namun sudah pernah terjadi sebelumnya.
Modusnya sama, yakni setiap ada kegiatan penutupan pelanggaran Perda, oknum itu langsung menghubungi pemilik usaha yang baru saja pihaknya tutup atau segel.
“Jadi setiap ada penutupan itu pasti saja ada kasus seperti ini. Oknum itu menghubungi pengusaha dan bilang bahwa dirinya dapat kembali membuka usaha pengusaha itu jika memberikan sejumlah uang,” ungkapnya.
Lebih jauhnya, Ia akan melaporkan kasus ini kepada Aparat Penegak Hukum (APH) agar mengusut kasus yang telah mencoreng nama baiknya itu.
“Kita akan laporkan kepada aparat yang berwajib, karena ini sudah mencoreng nama baik saya,” pungkasnya.
Untuk diketahui, pelaku yang menggunakan nomor 081237862386, orang tak dikenal itu meminta agar pengusaha mentransfer uang sedikitnya Rp15 juta melalui rekening yang mengatasnamakan Susy Ernawati, dengan nomor rekening BRI 018-601-104-624-504.
Baca Juga: Terjebak Kobaran Api, Seorang Ibu dan Dua Anak Balitanya Tewas Terbakar di Kebayoran Lama
“Ya kemarin saya dapat pesan whatssApp kemarin dari orang yang mengatasnamakan Kepala Satpol PP Lebak. Ia minta sejumlah uang,” kata Kuswandi, salah satu pengusaha tambak udang di Lebak Selatan.
“Saya diminta uang Rp15 juta, katanya biar usaha saya dibuka lagi,” tambahnya.
Berita Terkait
-
Terjebak Kobaran Api, Seorang Ibu dan Dua Anak Balitanya Tewas Terbakar di Kebayoran Lama
-
Viral Chat Kasatpol PP Lebak Minta Uang Rp15 Juta Beredar, Faktanya?
-
Prakiraan Cuaca BMKG 26 Februari 2022 Pandeglang-Lebak Banten
-
Bukan Padamkan Api, Petugas Damkar Bantu Warga yang Alami Hal Ini, Warganet Penasaran: Begitu Bayar Tidak Sih?
-
Mantan Kepala Satpol PP Sumbar Meninggal Dunia, Dimakamkan dengan Prokes Covid-19
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Serbuan Wartawan Bikin Anak Walikota Serang Malu dan Sembunyi Saat Diantar Sekolah
-
Bikin Haru, Cerita Ayah di Serang Ini Rela Bangun Subuh Demi Antar Anak Hari Pertama SD
-
Bingung Cari Uang Nikah, Pemuda 25 Tahun Nekat Tusuk Leher Ojol yang Sedang Tidur di Tangerang
-
Krisis Murid Berujung Merger 3 SDN di Kota Serang: Rombel Dipangkas, 3 Guru Terdepak
-
Imbas Sistem Zonasi dan Krisis Anak Usia Sekolah, 3 SD Negeri di Kota Serang Terpaksa Dimerger