SuaraBanten.id - Miris, tiga tukang ojek gilir bocah SD di Kabun Sawit Pandeglang, Banten. Bocah SD yang sekolah di wilayah Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang digagahi saat diantar pulang ke rumahnya.
Terbaru, modus tukang ojek gagahi bocah SD terungkap dari hasil pemeriksaan Polres Pandeglang. Ternyata, bocah Sd itu diiming-imingi belajar motor sebelum digilir tukang ojek.
Diketahui, tiga tukang ojek berinsial N (40), S (25), dan D (30) merupakan pelaku pemerkosaan bocah SD tersebut. Kini dua pelaku telah ditangkap dan satu lagi masuk Daftar Pancarian Orang (DPO).
Kasat Reskrim Polres Pandeglang, AKP Fajar Maulidi mengatakan, saat ini dua pelaku berinisial N (40) dan S (25) sudah ditahan dan sedang menjalani proses pemeriksaan penyidik. Sementara pelaku lain berinisial D (30) masih dalam pengejaran polisi.
Korban awalnya diiming-imingi belajar mengendarai sepeda motor oleh salah satu pelaku. Diketahui, korban memang ingin bisa mengendarai sepeda motor akhirnya korban mau diajari oleh pelaku D.
Kata Fajar, saat belajar sepeda motor pelaku D sudah menunjukkan gelagat tidak baik dengan meraba-raba bagian sensitif tubuh korban. Setelah itu, pelaku D meminta korban mengarahkan motornya ke sebuah Kebun Sawit di Kecamatan Bojong.
Saat di Kebun Sawit, pelaku D langsung membuka baju korban sambil memaksa untuk melakukan hubungan suami istri dengan korban. Dibawah ancaman, akhirnya korban menuruti permintaan pelaku.
Parahnya, ternyata saat pelaku D melancarkan aksinya selama di perjalanan diketahui kedua pelaku lain, kedua pelaku ini lantas membuntuti mereka hingga ke lokasi Kebun Sawit hingga kedua pelaku lain ikut menggagahi korban.
“Intinya pelaku ini menawari korban untuk belajar motor jadi sambil belajar (motor) terus temannya yang dua orang sambil ngikutin menuju ke arah kebun sawit dan sampai di kebun sawit korban dipaksa pelaku. Jadi dilakukan (pemerkosaan) di satu tempat oleh ketiga pelaku secara bergantian,” jelas Fajar saat dihubungi Bantennews.co.id, Kamis (30/9/2021).
Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG 1 Oktober 2021 Pandeglang-Lebak Banten
Dijelaskan Fajar, korban sempat melawan dan meminta para pelaku tidak melakukan hal tersebut, namun korban yang masih dibawah umur akhirnya menyerah setelah mendengar ancaman dari pelaku.
“Sempat ada pemaksaan dan pengancaman karena korban masih anak-anak akhirnya mau melakukan hal tersebut karena terpaksa,” ucapnya.
Usai digagahi tiga tukang ojek, korban akhirnya pulang kerumahnya dan bercerita pada orangtuanya kalau korban mengeluh sakit pada kemaluannya. Setelah mendengar cerita putrinya, orang tua korban langsung melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.
“Pada saat korban buang air kecil merasakan sakit pada kemaluannya lalu cerita pada orangtuanya,” pungkasnya.
Dalam kasus ini, polisi menyita barang bukti berupa 1 potong baju seragam sekolah warna putih, 1 potong rok warna merah, 2 potong celana dalam, 1 miniset, 1 potong baju sekolah warna coklat, 1 potong rok warna coklat dan 1 potong kaos dalam.
Lebih lanjut, Fajar menyebut, para pelaku diancam pasal tindak pidana persetubuhan dan atau perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur. "Pelaku diancaman hukuman paling lama 15 tahun,” tutupnya.
Tag
Berita Terkait
-
Jenazah ABK Arupadhatu 1 Dimakamkan, 7 Korban Masih Hilang
-
Operasi SAR Berakhir, Keluarga 5 Jurnalis Tabur Bunga di Pantai Pagedongan
-
10 Hari Tanpa Titik Terang, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dihentikan
-
Hari Kesembilan, SAR Sisir 3.439 Mil Persegi Cari 5 Jurnalis Hilang
-
Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M
-
Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi
-
Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu