SuaraBanten.id - Sekjen HRS Center Haikal Hassan atau Babe Haikal sebut Teuku Umar dan Tuanku Imam Bonjol radikal. Selain itu Babe Haikal sebut wanita penyebab hancur maupun tegaknya bangsa beredar di media sosial.
Unggahan video Babe Haikal singgung wanita viral usai diunggah netizen pengguna Twitter IbuNe_neng dan ikut dibagikan mantan politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean, seperti dilihat pada Senin (7/6/2021).
Pada unggahan video itu, tampak Haikal Hassan tengah ceramah di hadapan jemaah. Ia pun lantas membeberkan bahwa penyebab hancur tegaknya sebuah bangsa yakni gara-gara wanita.
“Ini Rasulullah yang bilang, tegaknya bangsa atau hancurnya karena wanita,” ujar Babe Haikal.
Ia pun menilai, hancurnya bangsa Indonesia saat ini juga gara-gara wanita.
“Lihat negara kita sekarang, baik atau hancur? Yah gara-gara wanita juga kan,” tuturnya sambil menahan tawa.
Pada video yang sama, Babe Haikal juga menyinggung dua pahlawan nasional yakni Teuku Umar dan Tuanku Imam Bonjol.
Awalnya, ia mengaku tak ambil pusing apabila dirinya kerap dicap radikal oleh sejumlah pihak.
“Saya tiap hari di-bully, tiap hari saya bilang yes. Di-bully ekstrim, di-bully radikal biarin,” kata Haikal Hassan.
Baca Juga: Laporan Ustaz Adi Hidayat Ditanggapi Santai Eko Kuntadhi: Ulah Fahd Pahdepie
Haikal lantas menyebut Teuku Umar dan Tuanku Imam Bonjol juga dicap radikal oleh penjajah Belanda.
“Menurut Belanda Teuku Umar juga radikal, Tuanku Imam Bonjol juga radikal karena dia berjuang untuk membela rakyatnya,” ungkapnya.
Sontak video Babe Haikal tersebut menuai respons dari netizen. Sang pengunggah video itu, IbuNe_neng menilai pernyataan Haikal terkait wanita tersebut bernada rasis.
“Baru kali ini gw dengar Tuanku Imam Bonjol n Teuku Umar disebut Radikal sama Belanda. Tahan tahan. Ga boleh rasis!!! Wni keturunan begini amat ya,” tulisnya.
Berita Terkait
-
Babe Haikal Apresiasi Langkah Bobby Nasution Majukan Industri Halal Bagi UMKM Sumut
-
Wapres AS: Ada Orang Iran yang Radikal Ingin Perang Berlanjut
-
Kasus Bom MAN 3 Padang, KemenPPPA Sebut Ada Indikasi Paparan Paham Radikal
-
Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online
-
Pemprov DKI: Hentikan Pembongkaran Bangunan di Jalan Teuku Umar Menteng
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Kepung Senayan 7 September Nanti, 8.000 PPPK Non-Guru Banten Bersiap Gelar Aksi Demonstrasi
-
Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan
-
Seorang Nelayan di Pandeglang Tewas Mengenaskan Usai Rumahnya Meledak Diduga Karena Bom Ikan
-
Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik
-
Masih Banyak Anak Putus Sekolah di Tangerang?