SuaraBanten.id - Menyehatkan dan satukan pernedaan, itulah yang sering diyakini menjadi manfaat humor. Humor sangat penting karena bisa mengundang tawa saat kita berkumpul dengan teman atau kerabat.
Humor terbagi dua. Mulai dari humor sengaja, yakni yang dilakukan orang dengan sengaja karena memang dilakukan seseorang untuk mengundang tawa. Selain itu, ada juga humor tidak disengaja berupa peristiwa lucu yang terjadi.
Termasuk jenis humor manapun, tertawa dan bahagia adalah kunci utamanya. Mewarnai hari dngan humor berdampak positif dalam kehidupan. Apa saja hal positifnya, berikut ulasannya seperti dikutip dari BantenNews.co.id-Jaringan SuaraBanten.id.
Menurut beberapa studi ilmiah, tertawa diketahui mampu memberikan banyak efek positif untuk kesehatan seperti menurunkan tekanan darah, meningkatkan fungsi jantung, mengaktifkan sel T (sel imun), dan memicu sekresi hormon endorfin yang mampu mengurangi rasa sakit.
Studi dari Tohoku Journal of Experimental Medicine juga menyebutkan bahwa tertawa adalah obat yang ampuh untuk berbagai penyakit mental seperti depresi dan stress. Tertawa juga banyak dikaitkan dengan masa hidup seseorang, semakin sering tertawa semakin tinggi pula angka harapan hidup seseorang.
Dengan sering tertawa dan membuat orang lain tertawa, Kamu akan mengeluarkan aura positif di sekitarmu. Hal itu akan membuat orang lain merasa nyaman dan senang berada di dekatmu sehingga lingkungan pertemanan pun akan dengan mudah bertambah.
Tidak hanya itu, tertawa bisa mencairkan suasana yang awalnya kaku menjadi lebih menyenangkan dan membuat kita lebih akrab satu sama lain. Kamu juga bisa lebih akrab dengan orang yang baru ditemui dengan mengetahui kesukaan orang tersebut dan mencari humor yang pas. Dengan cara ini, dijamin orang-orang akan nyaman bersamamu.
Baca Juga: Ganjar Tak Diundang Gegara Bermedsos, Denny Siregar: PDIP Terasa Jadoelnya
Hubungan dengan teman, pacar, dan keluarga pastilah sangat berarti dan dipenuhi dengan solidaritas yang tinggi. Namun, tahukah kalian kalau tertawa bersama adalah cara paling ampuh untuk meningkatkan solidaritas tersebut.
Dengan tertawa bersama, hati kita akan menjadi dekat dan di situlah akan timbul persahabatan, cinta, dan kekeluargaan yang lekat. Dengan tertawa jarak yang tadinya jauh akan memendek seketika dan membuat satu sama lain lebih terbuka dan muncullah rasa saling peduli.
4. Bertemu dengan pasangan takdirmu
“Tak kenal, maka tak sayang”, kalimat itu berarti sebelum melanjutkan hubungan ke arah yang lebih serius, Kamu harus lebih memahami satu sama lain. Kembali lagi, tertawa bersama bisa menjadi cara yang Kamu gunakan agar bisa lebih dekat dan lebih mengenal orang yang Kamu sukai.
Kamu hanya perlu menemukan kecocokan kalian sehingga bisa menemukan topik humor yang sesuai. Dengan begitu, Kamu bisa mengisi hari-hari bersama kekasihmu dengan menyenangkan setiap harinya. Kenapa? Karena tertawa membuat hidup menjadi lebih berwarna dan menyenangkan.
Tag
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
Pilihan
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
Terkini
-
Kakak Surakman Tak Kuasa Menahan Tangis, Jenazah Akan Dimakamkan di Samping Makam Istri
-
Teridentifikasi via DNA, Jenazah ABK KM Arupadhatu 1 Diterbangkan dari Bengkulu Besok
-
Identitas ABK Terungkap Lewat Uji DNA, PFI Desak Basarnas Buka Lagi Pencarian 5 Jurnalis
-
BRI inFrame 2026 Kembali Hadir, Abadikan Wajah Ekonomi Kerakyatan Lewat Lensa Fotografi
-
Jejak Terakhir KM Arupadatu I, DNA Terdampar di Enggano Teridentifikasi sebagai Sukarman