Kita hidup dengan berbagai macam orang yang berbeda dari segi ras, agama, dan suku. Namun, tidak ada yang bisa menghentikan indahnya tertawa bersama. Dengan menemukan hal yang menyenangkan dan menertawainya bersama, kita pun akan lupa dengan segala perbedaan tersebut.
Untuk Indonesia yang saat ini memiliki banyak isu ras dan agama, tertawa bisa menjadi solusi yang menyatukan kita semua. Tidak heran rasanya kalau pekerjaan sebagai komedian sangat laku di Indonesia, karena sebetulnya semua orang sudah rindu dengan persatuan dan kedamaian.
Jadi, itulah lima hal positif yang bisa Kamu peroleh dari tertawa. Ada banyak sekali manfaat yang bisa Kamu petik dan pastinya membawa kebahagiaan. Seperti kalimat dari salah satu film terkenal Warkop, “tertawalah sebelum tertawa itu dilarang”. Jadi mulailah penuhi hidupmu dengan lebih banyak tawa dan kebahagiaan.
Tag
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Nekat Banget! 990 Besi di Atas Trailer Digondol Pakai Mobil Crane
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Ratusan Dapur MBG Tangerang Belum Layak Sanitasi, BGN Ancam Tutup Permanen
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator