Scroll untuk membaca artikel
Pebriansyah Ariefana
Minggu, 07 Maret 2021 | 11:28 WIB
Jembatan gantung "Indiana Jones" di Lebak ambruk. (Istimewa)

Dimana masa pancaroba tentu potensi curah hujan lebat disertai angin kencang dan berdampak terjadi banjir di sejumlah daerah itu.

Selama ini, kata dia, kecamatan yang menjadi "langganan" banjir di Kabupaten Lebak tersebar di 16 kecamatan, antara lain Rangkasbitung, Kalanganyar, Cipanas, Curugbitung, Muncang, Sobang dan Lebakgedong, Cibeber, Cilograng, Bayah, Cihara, Cigemblong , Bojongmanik, Banjarsari, Leuwidamar, dan Cimarga.

Ribuan warga tinggal di permukiman yang lokasinya berdekatan dengan aliran Sungai Ciberang, Cisimeut, Ciujung, Cimadur, Cilangkahan, dan Cicinta.

"Kami minta warga jika curah hujan tinggi lebih baik mengungsi ke lokasi yang aman dari bencana alam itu," katanya menjelaskan.

Baca Juga: Update Pandemi Covid-19 di Lebak, Banten: Jumlah Warga Positif 2.655 Jiwa

Ia mengatakan BPBD Lebak menjamin persediaan logistik berupa beras, makanan siap saji,aneka makanan hingga minuman kemasan dan obat-obatan.

Persediaan logistik itu cukup untuk kebutuhan enam bulan ke depan,sehingga bisa memenuhi kebutuhan konsumsi warga pascabencana alam tersebut.

Selain itu juga peralatan evakuasi disiapkan, seperti perahu motor, pakaian pelampung, gergaji mesin dan kendaraan operasional.

"Kami siaga selama 24 jam menghadapi masa pancaroba itu agar optimal melayani warga jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam," ujarnya.

Ia juga mengatakan, BPBD Lebak kini menyalurkan logistik kepada warga yang dilanda banjir di Kecamatan Rangkasbitung dan Cibadak.

Baca Juga: CEK FAKTA: Jateng Banjir Karena Anies Pindahkan Air Jakarta ke Jateng?

Dimana mereka terendam banjir dengan ketinggian 60-90 sentimeter akibat hujan lebat itu,namun beruntung tidak ada korban jiwa.

Load More