SuaraBanten.id - Krisis Partai Demokrat dikomentari pula oleh Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng. Tokoh senior tersebut bahkan menngungkapkan hubungan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Tidak tanggung-tanggung, politisi Demokrat ini membeberkan kedekatan antara SBY dan Moeldoko, hingga soal pertemuan di hotel.
Andi Mallarangeng menyebut, sebelum ramai kudeta Demokrat hingga berujung pada KLB di Sumatera Utara, hubungan SBY dan Moeldoko baik-baik saja.
Namun, dibalik keharmonisan kedua purnawirawan TNI itu, manuver Moeldoko yang dianggap kelewat berani membuat banyak pihak, utamanya internal Partai Demokrat kaget.
“(Hubungan SBY-Moeldoko) ya baik-baik saja tak ada masalah, tapi memang berapa kali pak Moeldoko berusaha masuk isu politik tiba-tiba kita kaget saja,” ujar Andi.
Dalam kesempatan itu Andi juga menceritakan langkah-langkah kudeta partai demokrat yang awalnya dibantah Moeldoko.
Padahal, sambung Andi, sejak awal terciumnya persengkongkolan antara Moeldoko dengan sejumlah mantan kader Demokrat di sebuah hotel terkait isu kudeta, awalnya dia berdalih hanya ngopi bersama.
“Pak Moeldoko bersekongkol berusaha mengambil alih bertemu beberapa kader-kader kami di sebuah hotel. Di kamar hotel yang dibantah oleh beliau itu hanya ngopi-ngopi mau foto-foto ngopi-ngopi kok di kamar hotel dengan orang tak kenal,” ungkapnya.
Baca Juga: Mahfud MD Sebut KLB Partai Demokrat Belum Menjadi Masalah Hukum
Berita Terkait
-
Terang-terangan Kudeta AHY, Pengamat: Moeldoko Pakai Teori Machiavelli
-
Andi Mallarangeng Duga Jokowi Restui Moeldoko Rebut Demokrat
-
Pengamat: Moeldoko Pakai Strategi Hajar, Hantam, Caplok Kudeta Demokrat
-
Media Asing Soroti Kisruh Demokrat, Tuntut Keputusan Resmi Pemerintah
-
Mahfud MD Sebut KLB Partai Demokrat Belum Menjadi Masalah Hukum
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove
-
Tangsel Darurat Kekerasan Anak: 118 Kasus Terdata, 34 Pencabulan Menyasar Siswa Laki-laki
-
Kasus Kekerasan Anak di Kota Tangsel 2026 Meningkat
-
Bupati Serang Dukung Pembatasan Media Digital Usia Bawah 16 Tahun