SuaraBanten.id - Makin banyak pasien COVID-19 sembuh di kawasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM, salah satunya banten. Tingkat kesembuhan pasien COVID-19 banten dari 52,43 persen menjadi 72,97 persen.
Hal itu dikatakan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito. Dia mengatakan tingkat kesembuhan cenderung mengalami tren kenaikan di tujuh provinsi yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
"Perkembangan kesembuhan cenderung mengalami tren kenaikan meskipun bervariasi waktunya," ujar Wiku dalam konferensi pers Satgas Penanganan COVID-19 di Graha BNPB Jakarta pada Selasa (23/2/2021).
DKI Jakarta, Jawa Barat, Bali dan Jawa Timur menunjukkan tren kenaikan tingkat kesembuhan saat memasuki tahap ketiga PPKM di tingkat kabupaten/kota. Sementara DI Yogyakarta dan Banten menunjukkan tren kenaikan pada tahap II PPKM.
Namun, tingkat kesembuhan di Jawa Tengah cenderung datar dan bahkan menunjukkan sedikit penurunan pada tahap ketiga PPKM tingkat kabupaten/kota.
Melihat hal itu, Wiku menegaskan bahwa pelaksanaan PPKM yang sudah memasuki tahap ketiga menunjukkan dampak positif terhadap tren kesembuhan.
Hal itu dibuktikan dengan persentase kesembuhan yang mengalami kenaikan, seperti di DKI Jakarta dari 89,22 persen sebelum PPKM menjadi 94,36 persen per 19 Februari 2021, Banten dari 52,43 persen menjadi 72,97 persen, D.I. Yogyakarta dari 66,31 persen menjadi 75,60 persen.
"Tentunya dengan upaya pelaksanaan PPKM Mikro ke hingga tingkat RT/RW dapat semakin mempercepat penanganan pasien positif COVID-19 sehingga menjaga agar persentase kesembuhan ini dapat terus meningkat," kata Wiku.
Dia berharap pelaksanaan PPKM Mikro dapat mendorong kenaikan tren kesembuhan, terutama untuk daerah yang belum mengalami kenaikan signifikan dan yang turun persentasenya. (Antara)
Baca Juga: Jokowi Disambut Kerumunan Warga Tanpa Prokes di NTT
Berita Terkait
-
Kemarau Bongkar Jejak Permukiman yang Tenggelam di Bendungan Karian
-
Operasi Besar-besaran! Banten Tutup 32 Tambang Ilegal
-
Biang Kerok Sinyal Lumpuh! Maling BTS Bikin Operator Rugi Rp60 M, Barang Dikirim ke Thailand
-
Krisis Air Bersih! Warga Cilegon Jalan Kaki Demi Setetes Air
-
Sebulan Tak Diguyur Hujan, Sungai Cisadane Mulai Mengering
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Kemasan Berkualitas jadi Senjata UMKM Bersaing di Pasar Modern
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Ayah Kritis, Anak di Cilegon Tewas Usai Motornya Ditubruk Mobil Honda CRV