SuaraBanten.id - Tahun ini Pemkab akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak kendati angka kasus virus covid-19 terus meningkat. Rencananya Pilkades akan di gelar pada bulan Juni.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Pandeglang Doni Hermawan mengungkapkan, Pilkades serentak akan di gelar pada bulan Juni.
Ada sekitar 207 desa yang akan menyelenggarakan kontestasi yang didanai dari anggaran Dana Desa (DD).
"Ada 207 yang menyelenggarakan Pilkades, 206 desa itu melakukan pemilihan secara langsung. Yang satu itu PAW (Pergantian Antar Waktu) ya itu desa Sorongan Kecamatan Cibaliung," kata Doni kepada suara.com, Senin (18/1/2021).
Doni menyebut, hal ini sesuai dengan surat edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang baru diterima DPMPD. Salah satunya Pilkades harus menyediakan beberapa TPS layaknya seperti Pilkada sebelumnya.
Sekedar informasi, biasanya penyelenggaraan biasanya Pilkades hanya menyediakan satu TPS saja.
"Sesuai SE Mendagri yang baru keluar kemarin bahwa untuk Pilkades itu harus beberapa TPS dengan jumlah maksimal 600 orang atau pemilih," ujarnya.
Terkait penentuan jumlah pemilih tiap TPS, DPMPD Pandeglang akan berkoordinasi dengan KPU karena skema penyelenggaraan Pilkades tidak jauh berbeda dengan Pilkada.
Doni juga memastikan kemungkinan besar para panitia di TPS akan di lengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD).
Baca Juga: Pembelaan Tim Eva-Deddy Soal Bansos Covid-19 Dijadikan Modus Pemenangan
"Kemungkinan seperti itu (panitia dilengkapi APD) cuman kami akan melihat dulu anggaran (Pilkades) yang ada di desa," terangnya.
Alasannya, karena harus menyiapkan beberapa kebutuhan, seperti APD dan penambahan jumlah TPS. Diperkirakan, pilkades kali ini dapat dipastikan akan menelan anggaran yang begitu besar.
"Karena semakin besar formatnya semakin besar juga biayanya. Nanti kita pertimbangkan itu. Makanya saya akan melihat dengan jumlah sembilan atau cukup dengan tujuh (TPS) saja, dengan efektivitas dan manfaatnya seperti itu. Itu pertimbangan yang akan kami sampaikan nanti,"jelasnya.
Ia mengaku belum mengetahui secara pasti terkait anggaran untuk Pilkades tiap desa. Pasalnya, pihak DPMPD masih menunggu besar APBDES masing-masing desa dan juga masih menghitung kebutuhan jumlah TPS tiap desa secara detail.
Penyebabnya, tingkat partisipasi tiap ajang Pilkades selalu tinggi hingga mencapai 80 persen. Berbeda dengan pilkada yang hanya menyentuh di angka kurang dari 70 persen.
"Ini yang harus kita pertimbangkan berapa jumlah yang kita siap TPS-nya," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Drama Penangkapan Mafia Gas Lebak, Pemodal Nyaris Tabrak Polisi Saat Hendak Kabur
-
Jangan Sekadar Formalitas! Wali Kota Cilegon Tegaskan Musrenbang Harus Berdampak
-
Jelang Munas, HIPMI Banten Usung Ade Jona Prasetyo Jadi Ketum
-
Niat Jual Motor Curian via COD, Dua Pengamen Malah 'Terciduk' Polisi di Parkiran Minimarket
-
Oknum Jaksa Banten: Di Indonesia Gak Ada Uang, Orang Tak Bersalah Bisa Jadi Bersalah