SuaraBanten.id - Seorang Ibu hamil, Hamliah asal Kelurahan Sukawana, Kecamatan Serang, Kota Serang harus kehilangan jabang bayi berusia 6 bulan yang dikandungnya.
Pihak keluarga mengeluhkan tidak dilakukannya pemeriksaan pertama kepada pasien saat akan melakukan pengobatan di Puskesmas Serang.
Diceritakan keluarga korban, Nadiroh, kejadian terjadi pada Kamis (7/1/2021) malam. Saat itu, Hamliah yang tengah mengandung merasakan sakit di bagian kepala. Keluarga lantas membawanya ke Puskesmas Serang untuk mendapat perawatan.
Saat tiba di Puskesmas Serang, petugas yang sedang berjaga mengatakan bahwa saat itu tidak ada dokter yang berada di Puskesmas. Keluarga lantas meminta untuk membawanya ke rumah sakit.
"Kita kan (nyari) yang dekat saja ke Puskesmas. Pas di Puskesmas, saya keluar duluan terus ada bidan disitu. Pas saya masuk (bilang) tolong dong Bu ada pasien darah tinggi lagi hamil. Terus kata bidannya maaf Bu gak ada dokternya kalau malam. Kita disuruh ke rumah sakit aja," ungkap Nadiroh menceritakan kronologis kejadian, Jumat (15/1/2021).
Nadiroh mempertanyakan sikap petugas yang tidak memeriksa keadaan pasien terlebih dahulu. Bahkan saat diminta untuk dibawa ke rumah sakit, petugas Puskesmas malah meminta agar pihak keluarga pasien tidak bilang kalau sempat mendatangi Puskesmas.
"Kata saya kok ga ada dokternya, kan seharusnya suruh masuk dulu terus diperiksa dulu. Dan kita disuruh ke rumah sakit ya kita dikasih surat jalan atau rujukan, ini mah engga. Dan pas berangkat dia (petugas Puskesmas) bilang kalau kita jangan bilang abis dari sini (Puskesmas)," paparnya.
Bukan hanya dirinya, pihak rumah sakit juga mempertanyakan sikap pihak petugas Puskesmas yang tidak memberikan perawatan pertama.
"Pas di rumah sakit dokternya bertanya dari rumah atau puskesmas? Di puskesmas tensinya berapa? Kata saya ga diapa-apain, langsung disuruh ke rumah sakit. Kata pihak rumah sakit gimana sih itu puskesmas," kata Nadiroh menirukan obrolan dirinya dengan pihak rumah sakit.
Baca Juga: KPJ Kota Serang Terpaksa Pengajian di Lokasi Kurang Layak Akibat Hal Ini
"Pihak rumah sakit marah-marah, kenapa puskesmasnya kayak gitu, harusnya kan di-tensi dulu," imbuhnya.
Sempat menjalani perawatan beberapa hari di Rumah Sakit Drajad Prawiranagara, Nadiroh mengungkapkan, jabang bayi yang ada dalam kandungan Hamliyah meninggal dunia saat sedang menjalani pemeriksaan.
Kepala Puskesmas Serang, Drg Yayat Cahyati mengkalrifikasi, petugas Puskesmas yang tidak memberikan pelayanan kepada pasien tersebut lantaran pasien memiliki riwayat hipertensi justru sebagai upaya menyelamatkan pasien.
"Kalau pihak medis dalam melakukan tindakan bagi pasien yang memiliki riwayat hypertensi dan pernah dirawat karena hipertensi. Yang harus dilakukan yakni menyelamatkan segera Ibu dan anaknya dengan cara mendapat pertolongan dari ahlinya. Makanya diusulkan ke UGD rumah sakit agar segera ditolong langsung," dalihnya.
"Pihak puskesmas juga sudah menanyakan berobat memakai JKN, BPJS atau umum. Karena jawaban pakai umun, maka direkomendasikan untuk segera ke UGD agar cepet ditolong dokter," lanjutnya.
Kendati tidak memberikan perawatan terlebih dahulu, diakui Yayat, pihaknya sudah melakukan langkah tepat lantaran sempat menan kondisi pasien dan proses perawatan yang akan ditempuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil
-
Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau: SAR Sisir Laut hingga Bengkulu dan Enggano
-
Alarm Kekeringan Menyala di Tangerang, Dua Kecamatan Masuk Status Awas
-
Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September
-
Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang