SuaraBanten.id - Kegiatan pengajian rutin Kelompok Penyanyi Jalan atau KPJ Kota Serang setiap malam Jumat terpaksa dilaksanakan di pelataran toilet di area Terminal Pakupatan, Kota Serang.
Dikutip dari BantenHits, jaringan SuaraBanten.id, hal itu disebabkan rumah singgah Dinas Sosial atau Dinsos Kota Serang yang sebelumnya berlokasi di area terminal Pakupatan digeser ke daerah sekitar Ciracas.
"Di pelataran toilet karena untuk menjangkau rumah singgah yang sekarang jarak dan transportasi ke sana jauh," jelas Enjang Suhardi, Ketua Forum Komunikasi Keluarga Besar Kelompok Penyanyi Jalanan (FK2BKPJ) Kota Serang, Kamis (14/1/2021).
Menurut Enjang Suhardi, semangat teman-teman KPJ Kota Serang sangat tinggi untuk melaksanakan pengajian bersama itu. Meski kondisi terbatas dan dirasa kurang layak tempatnya, tidak menyurutkan semangat mereka untuk bisa berubah ke arah lebih baik.
"Pengajian rutin akan tetap kami laksanakan walau tempat tidak memadai," tandasnya.
Sementara itu, Deni Murdani Wakil Ketua FK2BKPJ Kota Serang menambahkan, bahwa tidak hanya pengajian, dalam waktu dekat juga pihaknya berencana akan menyelenggarakan Sekolah Jalanan yaitu Paket B dan Paket C, untuk anggota KPJ yang putus sekolah.
"Semoga dengan niat baik yang akan kami jalankan bisa bermanfaat bagi masyarakat Kota Serang khususnya, dan saya juga berharap untuk pemerintah setempat untuk mendukung kegiatan kami terutama fasilitas tempat yang mudah diakses oleh anggota KPJ yang memang pusat kegiatannya di sekitaran terminal Pakupatan," jelas Deni Murdani.
Jika terlaksana, kegiatan belajar mengajar akan dilakukan pada waktu bekerja, sehingga pihaknya membutuhkan tempat yang memadai.
"Selain itu, kami memiliki niat untuk menghapus tato. Semoga niat baik teman-teman bisa disambut baik oleh para pemangku kebijakan agar bisa direalisasikan dengan baik. Kami sangat berharap pemerintah setempat mendukung kegiatan," pungkasnya.
Baca Juga: Ulama Kharismatik Banten Dukung Komjen Listyo Jadi Kapolri
Berita Terkait
-
Canda Prabowo ke Jumhur Hidayat di Nganjuk: Dulu Bolak-balik Masuk Penjara, Sekarang Jadi Menteri
-
Resmikan Museum-Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Saya Tadi Melihat Kamarnya
-
Rumah Singgah Peninggalan Julia Perez Bernasib Tragis, Rusak Tak Ada Biaya untuk Renovasi
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Menangis di Hadapan Gus Iqdam, Pemuda Ini Tanggung Utang Orang Tua Rp 350 Juta Sejak Usia 19 Tahun
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Lolos dari Jeratan Kasus SDN Kuranji, Laporan Terhadap Walikota Serang Budi Resmi Dihentikan
-
Viral Kapal Tongkang Buang Material di Bojonegara, DKP Banten Curiga Itu Limbah Industri
-
Berawal dari Niat Jahat Sopir dan Kernet, Bisnis Gelap Rokok Polos di Banten Berakhir di Jeruji Besi
-
Minimalisir Terpapar Pinjol, Puluhan Mahasiswa Diedukasi Literasi Keuangan
-
Komisi III Sorot Kelebihan Bayar Rp1,5 Miliar pada Proyek RSUD Cilegon: Harus Ada Pertanggungjawaban