Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Rabu, 11 November 2020 | 13:22 WIB
Ilustrasi susu. (Shutterstock)

Sedangkan, faktor genetik telah memberikan hubungan yang lebih konklusif, meskipun tepatnya seseorang dapat berisiko mengembangkan penyakit parkinson masih belum jelas.

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan sudah mempelajari DNA penderita parkinson dan membandingkan gen mereka. Saat seseorang punya mutasi gen yang terkait dengan parkinson, kemungkinan mengembangkan penyakit ini menjadi rendah.

Namun, para peneliti baru mulai memahami peran gen dalam parkinson belakangan ini. Misalnya tentang gen tertentu penyebab parkinson atau gen lain yang bisa melindungi beberapa orang agar tidak mengembangkannya.

Load More