SuaraBanten.id - Apakah Anda suka mengonsumsi susu rendah lemak? Rupanya, ada efek samping yang masih jarang diketahui, yakni memicu penyakit parkinson.
Penyakit parkinson disebabkan hilangnya sel saraf di bagian otak yang disebut substansia nigra. Sel saraf di bagian otak ini bertanggung jawab untuk memproduksi bahan kimia dopamin.
NHS mengatakan, dopamin bertindak sebagai pembawa pesan antara bagian otak dan sistem saraf. Hal tersebut membantu mengontrol dan mengoordinasikan gerakan tubuh.
Bila pelepasan dopamin terganggung, kondisi ini bisa menyebabkan berbagai gangguan fisik dan mental yang semakin buruk dari waktu ke waktu.
Sayangnya, saat ini tak ada obat untuk penyakit parkinson atau cara mencegahnya. Namun, penelitian telah menemukan penyakit parkinson ini dipengaruhi faktor genetik, lingkungan dan gaya hidup.
Dalam hal faktor risiko yang dapat dimodifikasi, penelitian menunjukkan bahwa diet mungkin berperan dalam munculnya penyakit parkinson.
Sebuah penelitian dalam jurnal Neurology menyebutkan, orang yang mengonsumsi tiga porsi atau lebih susu rendah lemak setiap harinya lebih mungkin mengalami penyakit parkinson.
Dalam studi itu, para peneliti Harvard menganalisis sekitar 25 tahun data pada 80.736 wanita dan 48.610 pria.
Para peserta menyelesaikan kuesioner kesehatan setiap dua tahun dan kuesioner diet setiap empat tahun. Selama waktu itu juga, sebanyak 1.036 orang diketahui menderita penyakit parkinson.
Baca Juga: Terinfeksi Virus Corona, Wanita Ini Curhat Rasanya seperti Mabuk Perjalanan
Para peneliti mengidentifikasi hubungan antara konsumsi susu berlemak penuh dan risiko parkinson. Namun, mereka yang mengonsumsi setidaknya tiga porsi produk susu rendah lemak sehari mempunyai peluang 1 persen untuk mengalami penyakit parkinson selama 25 tahun.
Jumlah risiko itu lebih tinggi ketimbang dengan 6 persen orang yang mengonsumsi kurang dari 1 porsi atau tidak pernah mengonsumsi susu rendah lemak dalam sehari.
"Studi ini menyoroti hubungan yang menarik antara produk susu dan penyakit parkinson. Namun, belum jelas mengenai keterkaitan keduanya," jelas Claire Bale, Kepala Riset Komunikasi dan Keterlibatan di Parkinson's UK menyadur dari Express.
Artinya, penting untuk memahami risiko penyakit parkinson, terutama pada orang yang suka mengonsumsi produk susu. Sebab, mereka tak punya alasan lagi untuk tidak mengubah gaya hidupnya.
Faktor risiko lainnya
Selain susu rendah lemak, pestisida dan herbisida dalam pertanian dan industru juga dapat memicu penyakit parkinson. Sebab, bukti mengenai keterkaitan antara faktor lingkungan dan penyakit parkinson masih belum jelas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Belum Memiliki Penasihat Hukum, Sidang Perdana Terdakwa Pembunuhan Anak Politisi Cilegon Ditunda
-
Jaksa Agung Lantik Puluhan Kajati dan Pejabat Eselon II, Ini Daftar Lengkap Posisi Barunya
-
Pelajar Tertabrak Commuter Line, Perjalanan KA Lintas Rangkasbitung Sempat Terganggu
-
Eks Dirut BJB Kirim Surat Sakit, KPK Janji Jadwal Ulang Upaya Paksa Penahanan
-
Hashim Djojohadikusumo Ungkap Hal Mengejutkan Soal Prabowo di Pelantikan INTI