SuaraBanten.id - Kasus perceraian di Kota Tangerang, Banten selama pandemi Covid-19 terbilang tinggi. Sejak Maret hingga akhir Juli 2020 tercatat sebanyak 1.182 kasus perceraian dan berakhir dengan status janda bagi ribuan perempuan itu.
Dilansir dari Bantennews.co.id (jaringan Suara.com), Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Tangerang, Kumalasari mengatakan, meski perceraian terjadi di masa pandemi ia memastikan perceraian bukan karena dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19.
Ia merinci data putusan kasus perceraian 208 perkara perceraian pada Maret, April 121 kasus, Mei 126 kasus, Juni 277 kasus, dan Juli 450 kasus.
“Jumlah kasus cenderung turun pada Maret, April, Mei, karena bukan berarti tidak ada masalah keluarga, tetapi saat bulan itu masa Ramadan sehingga mereka mengurungkan niatnya. Lalu, kasus perceraian mengalami peningkatan pada Juni dan Juli,” katanya saat ditemui di kantor Pengadilan Agama Tangerang, Cikokol, Kota Tangerang, Rabu (26/8/2020).
Menurutnya, selain karena momen Ramadan, kasus perceraian cenderung landai pada Maret hingga April karena masyarakat berpersepsi kalau kantor pelayanan pemerintah termasuk di Pengadilan Agama Tangerang tutup.
“Pada Minggu terakhir Maret dan Minggu pertama April kantor kami tutup. April Minggu kedua hingga Mei kami beroperasi tapi sampai jam 12 siang, pemohon yang ingin mendaftarkan perkaranya juga kami batasi 10 orang per hari,” jelas mantan juru sita pengadilan Tiga Raksa, Kabupaten Tangerang itu.
Kumalasari mengungkapkan faktor kasus perceraian tersebut didominasi karena perselisihan antar pasangan atau keluarga, bukan karena ekonomi dampak pandemi Covid-19.
Perselisihan tersebut memicu perceraian terjadi karena pernikahan tidak harmonis.
“Perceraian dengan alasan ekonomi tidak menjadi yang paling dominan. Tetapi perselisihan terus-menerus yang paling banyak. Jadi, selama ini bukan ada alasan cerai gara-gara PHK atau faktor ekonomi akibat COVID-19. Mungkin ada tapi disini dia tidak disebutkan,” pungkasnya.
Baca Juga: Ditemukan Tewas Telanjang, Haryati Sering Tidur Bareng 2 Pria
Berita Terkait
-
Ditemukan Tewas Telanjang, Haryati Sering Tidur Bareng 2 Pria
-
Sadis, Tewas Membusuk Hayati Diduga Dihabisi Pacar dengan Celurit
-
Fakta Baru Mayat Dalam Karung di Tangsel, Sering Menginap Bersama 2 Pria
-
Rekan Terduga Pembunuh Janda di Pondok Aren Dibawa Polisi, Berstatus Saksi
-
Jumlah Janda di Kota Tangerang Saat Pandemi Melonjak, Faktor Apa?
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Buka Akses Kerja Inklusif, BRI Kembali Gelar Peduli Sahabat Disabilitas
-
Gubernur Banten Bangga Putra Daerah Pandeglang Jadi Kapolri
-
Suyudi Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri, MFF Syndicate Soroti Tantangan Polri ke Depan
-
Dari Kapolda hingga BNN, Golkar Nilai Ketegasan Komjen Suyudi Sangat Dibutuhkan Polri
-
Pembangunan Pabrik CA-EDC Chandra Asri Group Buka Peluang Ekonomi Bagi UMKM Lokal