SuaraBanten.id - Setelah dipastikan maju sebagai bakal calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berpasangan dengan Muhamad yang diusung Partai Gerindra dan PDI Perjuangan, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menilai jika embel-embel atau label "keponakan Prabowo" dalam identitasnya merupakan sebuah realitas.
Hal itu dikatakannya usai acara Konsolidasi DPD Gerindra Banten bersama DPC dan PAC Gerindra se-Kota Tangsel dalam rangka pemenangan Pilkada Kota Tangsel 2020, Rabu (22/7/2020) malam, bertempat di kantor DPD Gerindra Banten, Kota Serang.
"Kalau pun dengan menggunakan nama (Prabowo) itu bisa saya gunakan mendapatkan kekuasaan untuk kebaikan masyarakat, ya tentunya itu adalah yang terjadi di realitas," katanya.
Akan tetapi, mantan anggota DPR RI periode 2014-2019 itu menegaskan, jika dirinya bukan berarti hanya ingin sekedar mendompleng dari nama besar Prabowo Subianto dalam Pilkada Tangsel 2020.
Karena menurutnya, kemampuan dan talenta yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa pun tetap menjadi hal penting yang harus tetap digunakan.
"Bukan mendompleng juga. Emang kira-kira kita bisa menentukan ga kita dilahirkan dari keluarga mana? Tentu tidak," ujarnya.
Meski begitu, anak dari Komisaris Utama PT Bima Sakti Mutiara, Hashim Djojohadikusumo itu mengaku bangga dengan nama besar yang disandang oleh keluarga besarnya. Ia menegaskan, jika nama besar itu didapat melalui tangis dan darah yang diberikan untuk bangsa Indonesia.
"Ini merupakan pembuktian keluarga kami. Dan saya siap berjuang untuk masyarakat Indonesia," katanya menambahkan.
Kontributor : Sofyan Hadi
Baca Juga: Maju Pilkada, Saraswati Berharap Milenial Tangsel Tak Lagi Golput
Berita Terkait
-
Maju Pilkada, Saraswati Berharap Milenial Tangsel Tak Lagi Golput
-
Maju di Pilkada Tangsel, Saraswati Jawab Anggapan soal Keponakan Prabowo
-
Beri Rekom ke Muhammad-Saraswati di Pilkada Tangsel, Ini Harapan Prabowo
-
Prabowo Restui Muhammad - Rahayu Saraswati untuk Pilkada Tangsel
-
Gerindra Bakal Rekomendasikan Muhammad jadi Cawalkot di Pilkada Tangsel
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove
-
Tangsel Darurat Kekerasan Anak: 118 Kasus Terdata, 34 Pencabulan Menyasar Siswa Laki-laki
-
Kasus Kekerasan Anak di Kota Tangsel 2026 Meningkat
-
Bupati Serang Dukung Pembatasan Media Digital Usia Bawah 16 Tahun