SuaraBanten.id - Tiga wilayah di Tangerang Raya yang meliputi Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang didesak Gubernur Banten Wahidin Halim untuk menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Desakan tersebut disampaikan Halim untuk mempersempit penularan Virus Corona atau Covid-19.
"Setelah melihat perkembangan kasus Covid 19, Bupati, Wali Kota maupun Wali Kota Tangsel agar secepatnya membuat surat untuk presiden. Dalam hal ini Kementrian Kesehatan untuk dipertimbangkan perlunya PSBB, dalam melakukan pembatasan-pembatasan," kata Wahidin Halim melalui video yang diunggah dalam akun Instagram @wh_wahidinhalim pada Selasa (07/04/2020).
Wahidin juga berharap presiden bisa membantu pembiayaan dan jaring sosial di wilayah Banten, jika nantinya diberlakukan PSBB di wilayah Tangerang Raya.
"Pemprov Banten memberikan dukungan sepenuhnya terhadap langkah langkah yang akan di ambil oleh Bupati dan walikota, termasuk juga siap untuk sharing chost terhadap pengamanan sosial masyarakat, jadi dari presiden kita harapkan dukungannya, dari provinsi, kota, dan kabupaten harus menganggarkan berapa kebutuhan yang bisa kita alokasikan untuk warga yang terdampak Virus atau Covid-19," jelasnya.
Langkah tersebut disampaikan Wahidin karena wilayah Tangerang Raya menjadi zona merah penyebaran Covid-19 di wilayah Banten. Lantaran, seluruh pasien positif Covid-19 yang terdata berasal dari tiga daerah di Tangerang.
Berdasar data yang diakses dari situs https://infocorona.bantenprov.go.id/ pada pukul 19.21 WIB, total pasien positif Covid-19 di Banten mencapai 144 kasus. Sebanyak 113 orang masih dirawat, 10 sembuh dan 21 orang meninggal dunia.
Masih berdasarkan data dari website tersebut, Kota Tangsel menempati urutan pertama dengan 47 orang masih dirawat, meninggal 11 dan dua orang sembuh. Disusul Kota Tangerang pasien sebanyak 34 masih dirawat, delapan meninggal dan lima orang sembuh.
Terakhir, Kabupaten Tangerang, jumlah pasien yang dirawat berjumlah 32 orang, dua meninggal dan tiga orang dinyatakan sembuh.
Baca Juga: Tak Tegas Setop Transportasi Umum Saat Corona, Organda DKI Anggap PSBB Aneh
Kontributor : Yandhi Deslatama
Berita Terkait
-
Didesak untuk Lockdown, Gubernur Banten: Tidak Sesederhana yang Dibayangkan
-
Jumlah Positif Corona Milik Gubernur Banten Beda dengan Dinkes Tangerang
-
5 Warganya Positif Corona, Akankah Banten Lockdown?
-
5 Warga Banten Positif Terinfeksi Virus Corona, 1 Orang Meninggal
-
Hadapi Virus Corona, Pemprov Banten Pertimbangkan Lockdown
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
Terkini
-
Nekat Angkut 32 Ribu Benur Lobster Tanpa Izin, Pria Asal Sukabumi Dihentikan Polisi di Lebak
-
Ribuan Buruh Terkena Dampak, PT Parkland World Indonesia di Lebak PHK 1.100 Karyawan
-
Dugaan Pemerasan dan Bullying Intimidasi Siswi SMPN 10 Ciputat, Polisi Mulai Investigasi
-
Dorong Transformasi Digital, Pemkot Tangsel Latih Pemuda Masjid Kuasai Coding dan Konten Kreatif
-
ASDP Kawal Maksimal Klaim Asuransi dan Penggantian Kerugian Korban Kebakaran KMP Batumandi