SuaraBanten.id - Tiga PNS atau Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemprov Banten dinyatakan terbukti tidak netral dalam Pileg 2019 dengan mendukung Fadlin Akbar. Ia merupakan anak Gubernur Banten Wahidin Halim yang mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI.
"Berdasarkan bukti dan keterangan, sudah kami lakukan kajian dan terbukti ada pelanggaran terhadap aspek netralitas ASN," kata komisioner Bawaslu Banten, Badrul Munir kepada awak media, Rabu (10/04/2019).
Diketahui, ketiga ASN itu bergabung dalam group chat WhatsApp untuk memenangkan Fadlin Akbar, anak dari Gubernur Banten, Wahidin Halim.
Fadlin sebelumnya pernah menjabat sebagai Bendahara DPD Partai Demokrat Banten, kemudian berhenti di tengah jalan dan memilih mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI di Pemilu 2019 ini.
Bawaslu Banten akan menyerahkan rekomendasi bukti kesalahan Ketiga ASN itu ke Komisi ASN untuk diberikan sanksi.
"Kami akan berikan rekomendasi kepada Komisi ASN untuk memberikan sanksi kepada ASN yang menurut kami melakukan tindakan yang tidak netral," ujar dia.
Dari Lima ASN terlapor yang tergabung dalam group chat WA itu, hanya tiga ASN yang terbukti kuat tidak netral. Mereka adalah FR, AT dan BS.
Sementara dua ASN lainnya dianggap tidak cukup bukti.
"Yang tiga itu ada alasan kuat diberikan sanksi. Yang Dua itu inisialnya AU dan EN," ungkap Badrul.
Baca Juga: Kepincut Dunia Politik, Dokter Pribadi Megawati Maju Jadi Caleg di Banten
Kontributor : Yandhi Deslatama
Berita Terkait
-
Penemuan Mayat Perempuan Bertato Mengambang di Sungai Gegerkan Warga Lebak
-
Dinkes Pandeglang Bakal Periksa Kondisi Bocah yang Disebut Disunat Jin
-
Menjerit Kesakitan saat Mau Mandi, Bocah 7 Tahun Disebut Disunat Jin
-
Dianggap Berjasa di Banten, Jokowi Diberi Gelar Bapak Nelayan
-
Dipecat, 6 Guru Honorer Pendukung Prabowo - Sandiaga Belum Digaji
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Pelarian Berakhir! Kaur Keuangan Desa Petir Ditangkap Usai 7 Bulan Sembunyi Akibat Korupsi Rp1 M
-
6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
-
Akal-akalan Licik Mafia BBM di SPBU: Modifikasi Mobil Boks hingga Pakai Barcode Palsu
-
Ijazah Ditahan 2 Tahun, Wagub Banten: Segera Ambil, Nanti Saya yang Transfer
-
Hardiknas 2026, Wali Kota Cilegon Tegaskan Komitmen Pendidikan Berkualitas untuk Semua