- Keluarga meyakini mayat di Pulau Enggano, Bengkulu, adalah Surakman, kru kapal yang hilang sejak Senin (7/9/2026).
- Surakman sebelumnya hilang di Perairan Selat Sunda saat membawa lima jurnalis meliput Gunung Anak Krakatau.
- Jenazah Surakman rencananya akan dimakamkan di TPU Cidemang, Kabupaten Pandeglang, berdekatan dengan makam ibunya.
SuaraBanten.id - Yayat, anak kandung Surakman (60), mengaku pihak keluarga mulai meyakini mayat tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, merupakan ayahnya setelah melihat kemiripan celana yang dikenakan korban.
Mayat tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan hanya mengenakan celana pendek khas anak pantai berwarna biru navy.
Surakman merupakan satu dari tiga kru kapal Arupadhatu 1 yang dinyatakan hilang saat membawa lima jurnalis untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda pada Senin (7/9/2026) lalu.
"Kabarnya dari kemarin itu dari Basarnas, terus semalam dari Pak Lurah, terus dari Polsek, ngasih informasi bahwa ada penemuan mayat di Enggano. Terus hampir mirip sama bapak, gitu, celananya," kata Yayat saat ditemui di kediamannya di Kampung Pagedong, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Rabu (23/9/2026).
Baca Juga:Gubernur Andra Soni Sampaikan Belasungkawa Langsung ke Keluarga Surakman
Meski ikhlas menerima kabar mengenai kondisi ayahnya, Yayat mengaku tetap merasakan kesedihan mendalam karena harus kehilangan orang tua tercintanya.
Terlebih, kata dia, profesi sang ayah sebagai kru kapal yang sehari-hari bekerja di laut memiliki risiko besar. Karena itu, keluarga menyadari harus siap menghadapi berbagai kemungkinan buruk yang dapat terjadi.
"Ikhlas, menerima. Mungkin ini udah rencana-Nya yang terbaik buat almarhum, buat kita sekeluarga. Karena kematian enggak ada yang tahu kapan, di mana dan kenapa. Mungkin ini sudah takdir," ungkapnya.
"Perasaan saya sih sebagai anak sedih, sebagai manusia sedih. Cuma kita kembalikan lagi pada takdir, pada nasib. Mau ke mana lagi, gitu," sambung Yayat.
Yayat juga mengaku sempat memiliki firasat buruk mengenai kondisi ayahnya sekitar dua hari sebelum kabar penemuan mayat tersebut diterima keluarga.
Baca Juga:Kedatangan Jenazah Korban Hilang Kapal Arupadhatu 1 Disambut Isak Tangis Keluarga
"Iya, udah tahu risikonya kan. Pasti laut tuh kalau enggak, tenggelam. Belum ada (firasat buruk), ada firasat itu dari sekarang, dua hari kemarin lah. Iya, firasat mimpi," ujarnya.
Saat ini, pihak keluarga masih menunggu kedatangan jenazah dari Bengkulu sembari mempersiapkan prosesi pemakaman.
Yayat mengatakan, jenazah Surakman rencananya akan dimakamkan di TPU Cidemang, Kabupaten Pandeglang, berdekatan dengan makam ibunya.
"Rencana dimakamkan di TPU Cidemang, dekat sini, TPU umum. Almarhum di sana, ibu juga (dimakamkan) di sana," tandasnya.
Kontributor : Yandi Sofyan