- PT Chandra Asri Pacific Tbk dan Yayasan Bakti Barito memperluas program pengelolaan sampah ke 120 SD dan SMP di Kota Cilegon pada tahun 2025.
- Program KOLASE memfasilitasi pelajar dan guru untuk memilah sampah di sekolah serta menghubungkannya dengan 11 mitra bank sampah lokal.
- Inisiatif ini bertujuan mengurangi timbulan sampah di TPA, membangun budaya peduli lingkungan, dan memperkuat ekosistem ekonomi sirkular Kota Cilegon.
Dukungan meliputi penyediaan fasilitas penunjang pengelolaan sampah di sekolah yang diharapkan dapat memperkuat praktik pengelolaan sampah sekaligus membuka nilai ekonomi bagi sekolah dan peserta didik.
Ke depan, keberlanjutan KOLASE diharapkan dapat terus didukung melalui kolaborasi berbagai pihak, sehingga semakin banyak sekolah dan pemangku kepentingan dapat mengambil bagian dalam memperkuat ekosistem pengelolaan sampah di Kota Cilegon.
Direktur Yayasan Bakti Barito, Dian A. Purbasari mengatakan, sekolah merupakan tempat untuk membangun kebiasaan dan karakter generasi muda. Melalui KOLASE, sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk belajar mengenai pentingnya memilah sampah, tetapi menjadi ruang untuk mempraktikkan pengelolaan sampah secara langsung dan melihat manfaatnya.
"Pembelajaran yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat membentuk kebiasaan yang dibawa hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat," katanya.
Baca Juga:PAN Cilegon Bidik Kursi Ketua DPRD dan Wali Kota, Yandri Susanto Dorong Dede Rohana Maju 2029
Kata dia, program tersebut sejalan dengan komitmen Yayasan Bakti Barito dalam mendukung pendidikan dan lingkungan. "Kami mendukung KOLASE melalui program Green Guardians sebagai langkah nyata untuk menghubungkan pembelajaran di sekolah dengan praktik ekonomi sirkular dan memperkenalkan potensi nilai ekonomi dari pengelolaan sampah," ujar Dian.
KOLASE diharapkan dapat menjadi model kolaborasi yang memperkuat ekosistem pengelolaan sampah berbasis sekolah di Kota Cilegon.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon, Sabri mengungkapkan, sebanyak 120 sekolah yang kini terlibat dalam program KOLASE merupakan sekolah-sekolah yang telah menunjukkan komitmen untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Sabri menuturkan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon sebelumnya melakukan pendekatan kepada sekolah-sekolah yang ingin mengambil bagian dalam pengelolaan sampah dari sumbernya.
"Ke depan, KOLASE akan terus terbuka bagi sekolah-sekolah lain yang memiliki komitmen dan berminat untuk terlibat, sehingga semakin banyak sekolah dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam mengelola sampah di Kota Cilegon," ungkap Sabri.
Baca Juga:Dari Anak Sekolah hingga Orang Dewasa, 330 Warga Tangerang Dapat Akses Pendidikan
Perluasan KOLASE menjadi langkah bersama untuk memperkuat peran sekolah dalam pengelolaan sampah sekaligus memperluas praktik pemilahan dari sumber.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, sekolah, bank sampah, dan berbagai pihak lainnya, program ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya mengurangi timbulan sampah, memperluas praktik ekonomi sirkular, dan mewujudkan ekosistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Kota Cilegon.