Anak Krakatau Masih Level Siaga, BNPB Periksa Jalur Evakuasi hingga Sirene Tsunami Banten

BNPB perkuat kesiapsiagaan warga pesisir Banten hadapi aktivitas Gunung Anak Krakatau Level III. Sistem peringatan dini, jalur evakuasi, dan titik aman terus dicek.

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 10 September 2026 | 08:19 WIB
Anak Krakatau Masih Level Siaga, BNPB Periksa Jalur Evakuasi hingga Sirene Tsunami Banten
Kondisi pantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Pos Pantau Pasauran, Selasa (8/9). [Sumber foto : BNPB]
Baca 10 detik
  • BNPB memperkuat kesiapsiagaan masyarakat pesisir Banten menghadapi aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berstatus Level III Siaga.
  • Tim BNPB memeriksa sistem peringatan dini, jalur evakuasi, dan titik aman di Pandeglang, Serang, serta Cilegon.
  • Masyarakat diminta memahami jalur evakuasi dan tidak hanya mengandalkan peralatan untuk menghadapi potensi bahaya tsunami.

SuaraBanten.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat kesiapsiagaan masyarakat pesisir Banten menghadapi aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) yang masih berstatus Level III atau Siaga.

Salah satu perhatian utama adalah memastikan kawasan pesisir yang berpotensi terdampak memiliki sistem peringatan dini dan jalur evakuasi yang siap digunakan.

Langkah tersebut menjadi penting karena kawasan pesisir Banten memiliki pengalaman pahit tsunami Selat Sunda pada 2018. BNPB kini melakukan pemeriksaan langsung terhadap kesiapan masyarakat, sarana peringatan dini, jalur evakuasi, titik aman hingga prosedur penyelamatan di sejumlah wilayah.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D., mengatakan Kedeputian Bidang Pencegahan BNPB telah melakukan pendampingan sejak 6 September 2026.

Baca Juga:Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile

Tim BNPB berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten serta pemerintah kabupaten/kota, memantau kondisi wilayah terdampak, sekaligus melakukan assessment kesiapsiagaan di kawasan pesisir.

"Fokusnya bukan hanya menghadapi sebaran abu vulkanik, tetapi juga mengantisipasi potensi bahaya sekunder berupa tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau," katanya dari keterangan tertulis pada Kamis (10/9/2026).

GAK Masih Level III

Berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) hingga Selasa (8/9) pukul 18.00 WIB, Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga). Aktivitas kegempaan juga masih terpantau dinamis.

Masyarakat diminta tetap mengikuti rekomendasi keselamatan, termasuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Baca Juga:Lima Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Kerahkan Dukungan dan Kawal Pencarian

Sementara itu, sebaran abu vulkanik yang sebelumnya dirasakan di sejumlah wilayah Banten berdasarkan pemantauan hingga Selasa sore sudah tidak teramati. Hasil paper test juga menunjukkan tidak ditemukan lagi sebaran abu di wilayah Banten.

Meski kondisi masyarakat telah kembali relatif normal, BNPB tidak menganggap risiko telah berakhir selama status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III.

Sistem Peringatan Dini Jadi Sorotan

BNPB melakukan assessment di sejumlah kawasan pesisir Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon. Penilaian menggunakan indikator Tsunami Ready yang disesuaikan dengan karakteristik risiko dan kondisi kesiapsiagaan masing-masing wilayah.

Di Kabupaten Pandeglang, pemeriksaan dilakukan antara lain di Tanjung Lesung, Desa Sumberjaya, dan Desa Panimbangjaya.

Di Tanjung Lesung, rambu evakuasi menuju lokasi aman telah tersedia dan simulasi tsunami sudah dilakukan secara berkala. Namun, BNPB menemukan Warning Receiver System (WRS) Gen masih dalam proses perbaikan.

Temuan tersebut menjadi salah satu catatan penting karena sistem peringatan dini harus dapat berfungsi optimal ketika masyarakat membutuhkan informasi secara cepat.

Sementara di Desa Sumberjaya, rambu evakuasi telah tersedia menuju dua titik evakuasi akhir, yakni Kampung Pasir Malang dan kawasan hunian tetap. Tower sirene tsunami di halaman Kantor Kecamatan Sumur juga dipastikan dapat beroperasi.

Desa tersebut telah memiliki SOP peringatan dini tsunami dan dalam setahun terakhir melaksanakan kegiatan gladi.

Di Desa Panimbangjaya, pemahaman masyarakat terhadap risiko tsunami dinilai cukup baik. SOP telah tersedia, tower sirene di halaman Kantor Kecamatan Panimbang berfungsi, sementara peta jalur evakuasi di depan kantor desa berada dalam kondisi baik.

Jalur Evakuasi hingga Sirene Dicek

Pemeriksaan serupa dilakukan di Kabupaten Serang. Di Desa Salira, BNPB menemukan peta bahaya, rambu dan jalur evakuasi menuju **lima titik aman** telah tersedia.

Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) juga aktif membantu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. SOP peringatan dini tersedia dan tower sirene di kantor desa dalam kondisi baik.

Di Desa Karang Suraga, relawan berperan menyampaikan informasi keselamatan kepada masyarakat dan pengunjung Pantai Anyer. Kawasan tersebut memiliki peta serta rambu evakuasi menuju enam titik aman, dilengkapi SOP dan sirene.

Sedangkan di Desa Anyar, peta dan rambu evakuasi telah tersedia. Tower sirene di SMPN 1 Anyar juga dilaporkan berfungsi dengan baik.

Di Kota Cilegon, assessment dilakukan di Kelurahan Kubangsari. Pemahaman masyarakat terhadap risiko tsunami dinilai cukup baik. Fasilitator kelurahan juga masih aktif menyebarkan perkembangan situasi melalui grup WhatsApp.

SOP peringatan dini tersedia dan tower sirene di belakang kantor kelurahan dipastikan berfungsi normal.

BNPB Ingatkan Jangan Hanya Andalkan Alat

BNPB menilai kesiapsiagaan bencana tidak cukup hanya dengan memasang sirene atau rambu evakuasi. Masyarakat harus mengetahui apa yang dilakukan ketika peringatan dikeluarkan.

Karena itu, assessment juga mencakup mekanisme penyebaran informasi, SOP, jalur evakuasi, titik aman, kapasitas masyarakat serta peran relawan.

BNPB mendorong pemerintah daerah memastikan seluruh sarana tersebut diperiksa dan dipelihara secara berkala. Ketersediaan peralatan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas masyarakat.

Sistem peringatan dini yang berfungsi tanpa masyarakat yang memahami jalur evakuasi tidak akan cukup untuk menghadapi kondisi darurat.

BNPB juga memberi perhatian pada ketersediaan masker di gudang pemerintah daerah sebagai langkah antisipasi apabila sebaran abu vulkanik kembali terjadi.

Di tengah situasi yang masih dinamis, BNPB bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur pentaheliks akan terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat pesisir Banten diminta tetap tenang, tidak panik, dan mengikuti informasi resmi dari PVMBG, BNPB, BPBD maupun pemerintah daerah.

Pengalaman tsunami Selat Sunda 2018 menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan harus dibangun sebelum tanda bahaya datang, bukan ketika bencana sudah terjadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak