- BMKG Wilayah II menetapkan status Awas dan Waspada kekeringan meteorologis di lima kecamatan Kota Tangerang pada pertengahan September 2026.
- Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengimbau masyarakat agar menghemat penggunaan air bersih selama musim kemarau.
- Warga dilarang membakar sampah terbuka untuk mencegah penyebaran kebakaran lahan akibat lingkungan yang mengering.
SuaraBanten.id - Alarm kekeringan mulai menyala di Kota Tangerang, Banten. Dua kecamatan, yakni Benda dan Tangerang, masuk status Awas kekeringan meteorologis pada pertengahan September 2026.
Sementara itu, tiga wilayah lainnya, yakni Batuceper, Cipondoh, dan Karang Tengah, berada dalam status Waspada kekeringan.
Kondisi tersebut berdasarkan informasi BMKG Wilayah II untuk periode Dasarian II September 2026 atau 11–20 September 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan status tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat untuk mulai melakukan mitigasi menghadapi potensi kekeringan selama musim kemarau.
Baca Juga:Bila Tak Ditemukan di Hari Ketujuh, Keluarga Korban Hilang Krakatau Minta Operasi SAR Diperpanjang
“Pemerintah Kota Tangerang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan meteorologis selama musim kemarau. Bijak dan hemat dalam penggunaan air,” ujar Mahdiar dikutip dari ANTARA di Tangerang, Selasa (15/9/2026).
Ancaman kekeringan tidak hanya berkaitan dengan berkurangnya ketersediaan air. Kondisi lahan dan vegetasi yang mengering selama musim kemarau juga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.
Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara terbuka. Api dapat lebih mudah menyebar ketika kondisi lingkungan kering.
Pemkot Tangerang meminta warga melakukan langkah mitigasi sejak dini dengan menghemat penggunaan air dan menjaga sumber daya air untuk kebutuhan yang lebih prioritas.
Masyarakat juga diminta aktif memantau perkembangan informasi cuaca serta peringatan dini melalui kanal resmi pemerintah.
Baca Juga:Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda
Mahdiar mengatakan kewaspadaan warga diperlukan untuk membantu pemerintah mengantisipasi dampak kekeringan sekaligus mencegah munculnya bencana lain selama musim kemarau.
“Pemkot Tangerang mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi kondisi tersebut. Langkah sederhana seperti menghemat air, menjaga lingkungan, serta segera melaporkan kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana dapat menjadi bagian dari mitigasi bersama,” katanya.
Status Awas dan Waspada tersebut menjadi sinyal agar penanganan tidak menunggu sampai kekeringan berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.
Penghematan air, menurut pemerintah kota, dapat dilakukan sejak kondisi mulai mengering sehingga tekanan terhadap ketersediaan air dapat ditekan.
Di sisi lain, pencegahan kebakaran juga menjadi perhatian karena musim kemarau membuat material dan vegetasi lebih mudah terbakar.