- Tim SAR gabungan memperluas area pencarian lima jurnalis hilang di Selat Sunda hingga 271 nautical mile pada Rabu, 9 September 2026.
- Petugas mengerahkan enam kapal yang dibagi ke dalam lima unit untuk menyisir berdasarkan analisis SAR Map ke arah barat daya.
- Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi Hengki memimpin koordinasi di posko Pandeglang serta menyiapkan fasilitas identifikasi dan istirahat keluarga korban.
Selain memperkuat pencarian di laut, kepolisian juga menyiagakan tim dokter dan fasilitas pendukung. Fasilitas tersebut dipersiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan identifikasi secara cepat apabila terdapat perkembangan atau temuan dalam operasi.
Hengki juga meminta disediakan tempat istirahat bagi keluarga lima jurnalis yang mulai berdatangan ke posko dan menunggu perkembangan pencarian.
Informasi Operasi Dipusatkan Satu Pintu
Di tengah operasi yang masih berlangsung, kepolisian juga mengambil langkah untuk mencegah simpang siur informasi.
Baca Juga:Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri
Satuan tugas terpadu pencarian membentuk grup WhatsApp khusus sebagai sarana koordinasi antarpersonel. Informasi mengenai perkembangan pencarian kepada publik dan media akan disampaikan melalui satu pintu.
Langkah tersebut dilakukan agar informasi yang beredar tetap terverifikasi dan tidak menambah beban psikologis keluarga maupun masyarakat.
Hengki juga mengingatkan seluruh personel SAR untuk memperhatikan perkembangan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau serta kondisi cuaca berdasarkan informasi BMKG.
"Untuk menghindari simpang siur informasi, pihak kepolisian membentuk Grup WhatsApp khusus Satgas Terpadu Pencarian. Penyampaian informasi kepada publik maupun rekan-rekan media hanya akan dilakukan melalui satu pintu," katanya.
Baca Juga:Ancaman Abu Vulkanik Belum Surut, Siswa SMA di Banten Lanjut Belajar dari Rumah Hingga 11 September