- Lima jurnalis hilang kontak di Selat Sunda saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026.
- Tim SAR gabungan bersama organisasi Pewarta Foto Indonesia saat ini sedang melakukan proses pencarian korban di perairan.
- Komunikasi terakhir rombongan tercatat pukul 14.42 WIB sebelum akhirnya dinyatakan hilang kontak total pada petang hari.
"Kami berharap seluruh jurnalis dapat segera ditemukan dalam kondisi sehat dan selamat tanpa kurang satu apa pun," katanya.
PFI Ingatkan Risiko Peliputan di Zona Erupsi
Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat tingginya risiko yang dihadapi jurnalis ketika menjalankan tugas di wilayah bencana.
PFI meminta para pewarta foto maupun kru media yang masih melakukan peliputan di sekitar kawasan terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau untuk mematuhi batas radius aman yang telah direkomendasikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Baca Juga:Ancaman Abu Vulkanik Belum Surut, Siswa SMA di Banten Lanjut Belajar dari Rumah Hingga 11 September
Organisasi tersebut juga meminta seluruh anggota PFI tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Langkah itu dinilai penting untuk menjaga kondisi psikologis keluarga para jurnalis yang masih menunggu kabar sekaligus memastikan informasi mengenai operasi SAR tidak menimbulkan kepanikan.
Di tengah upaya pencarian yang terus berlangsung, PFI meminta seluruh pihak memanjatkan doa agar kelima jurnalis yang berada dalam manifes speedboat tersebut dapat segera ditemukan dan kembali dalam keadaan selamat.