- Suara ledakan keras yang diduga bom ikan menghancurkan rumah nelayan Muhamad Ali di Pandeglang pada Rabu siang, 26 Agustus 2026.
- Peristiwa tersebut menyebabkan pemilik rumah tewas di tempat, sementara istrinya mengalami luka bakar serius dan dirawat di RSUD Banten.
- Polda Banten melalui Tim Gegana dan Inafis langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan sterilisasi serta penyelidikan lebih lanjut.
SuaraBanten.id - Warga Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang dibuat heboh hingga berhamburan keluar rumah akibat mendengar suara ledakan keras hingga menggetarkan tanah dari sebuah rumah milik seorang nelayan bernama Muhamad Ali yang terletak di Kampung Cisarua pada Rabu (26/8/2026) siang.
Akibat ledakan yang diduga berasal dari bom ikan tersebut mengakibatkan rumah Muhamad Ali hancur porak poranda di bagian depan dan belakang.
Tak hanya itu, Muhamad Ali harus meregang nyawa secara mengenaskan, sedangkan istrinya Iyah Saiyah harus dilarikan ke RSUD Banten akibat luka bakar serius di sekujur tubuh.
Salah seorang warga setempat, Imas mengaku, dirinya sempat panik dan berlari keluar rumah usai mendengar dentuman keras ledakan yang turut menggetarkan rumah-rumah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Baca Juga:Seorang Nelayan di Pandeglang Tewas Mengenaskan Usai Rumahnya Meledak Diduga Karena Bom Ikan
"Suaranya gede banget, sampai geter rumah. Warga semua kaget keluar rumah karena bunyinya keras," kata Imas, Kamis (27/8/2026).
"Katanya bom ikan meledak. Korban emang aktivitasnya melaut," imbuhnya.
Hal senada turut disampaikan Bahrul. Menurutnya, para warga merasakan getaran seperti gempa bumi saat peristiwa terjadi. Bahkan dentuman keras ledakan terdengar hingga radius 1 kilometer dari sumber ledakan.
"Itu tanah kayak goyang, kayak gempa bumi. Rumah saya jaraknya sekitar 150 meteran dari rumah korban. Pada keluar semua, langsung pada lari ke sumber suara. Soalnya terdengar teriakan dari arah sumber suara, di rumah korban. Itu bunyinya keras, kedengaran sampai kebun panili katanya, itu jaraknya ada sekitar 1 kilometer," ucap Bahrul.
Warga lainnya, Sarka menuturkan, korban Muhamad Ali ditemukan dalam keadaan meninggal di dalam rumah tertimpa reruntuhan dinding dengan luka bakar serius di sekujur tubuh sesaat ledakan terjadi.
Baca Juga:Masih Banyak Anak Putus Sekolah di Tangerang?
"Ali meninggal di tempat karena tertimpa reruntuhan dinding bangunan. Istrinya, Iyah luka-luka dan dibawa warga untuk mendapatkan pertolongan sebelum dirujuk ke rumah sakit," ungkap Sarka.
Diakui Sarka, dirinya dan sejumlah warga sempat tidak berani mendekat ke rumah korban lantaran khawatir masih ada material berbahaya yang dapat memicu ledakan susulan hingga tim kepolisian mendatangi TKP.
"Belum berani mendekat, takut kita juga. Takutnya masih ada bahan-bahan berbahaya, takut meledak lagi. Baru dari polisi pada datang, ngecek TKP," ujarnya.
Di sisi lain, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menuturkan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan guna mengetahui pasti penyebab terjadinya ledakan. Termasuk adanya bahan-bahan berbahaya yang digunakan untuk aktivitas menangkap ikan oleh korban.
"Tim Gegana masih melakukan sterilisasi. Selanjutnya tim Inafis telah melakukan olah TKP untuk mengumpulkan barang bukti guna mencari penyebab pasti peristiwa tersebut," kata Maruli.
Kontributor : Yandi Sofyan